BALIKPAPAN - Penutup drainase (manhole) di Jalan Imat Saili, Sungai Ampal, Kelurahan Sumber Rejo, banyak yang copot. Diduga itu lantaran besi penutup drainase dengan berat sekira 10 kg sengaja diembat oknum tidak bertanggung jawab, karena harganya yang lumayan mahal. Copotnya besi penutup ini pun membahayakan para pejalan kaki, terutama pada malam hari.
Pencopotan itu juga pernah terjadi di kawasan Jalan Pierre Tendean, Gunung Pasir, Balikpapan Kota. Pemkot lantas melakukan penutupan dengan cor beton. “Dasar pencuri, nggak bisa betul lihat besi di pinggir jalan. Setahu saya besi penutup yang hilang cukup banyak,” ujar Jumadi, salah seorang pemilik usaha bengkel di kawasan Sungai Ampal, Senin (7/1).
Tidak hanya di kedua wilayah, besi penutup drainase di kawasan Jalan Marsma Iswahyudi dan beberapa titik di Jalan Asnawi Arbain juga pernah hilang. “Satu penutup besi ini beratnya hampir 10 kg, kalau dijual kiloan banyak juga uangnya itu,” terang Syarif, salah seorang petugas kebersihan di Jalan Pierre Tendean.
Lubang-lubang yang menganga itu harus ditutup kembali oleh dinas terkait agar tidak ada korban. “Untuk kasus di Gunung Pasir, penutup pengganti sudah dengan cor beton. Jadi, tidak mungkin lagi pencuri mau ambil,” tutur Syarif.
Sementara itu, Surya warga Sumber Rejo mengusulkan agar instansi terkait melakukan razia ke tempat-tempat pengumpulan barang bekas. Pasalnya, penutup yang dicuri tentunya akan dijual kembali. “Pengumpul barang bekas juga harus dirazia. Kalau ketahuan sebagai penadah harus ditindak tegas, juga bukan hanya pencuri manhole-nya saja,” usul Surya.
Sementara itu, Kepala UPT DPU Balikpapan Misransyah mengatakan, pihaknya akan mengecek lokasi yang penutup drainasenya hilang. Dia juga tak memungkiri jika banyaknya penutup saluran drainase di kawasan Sungai Ampal yang terbuat dari besi memang rawan dicuri.
“Saya juga menyayangkan kenapa penutup ini dicuri, padahal hal tersebut sangat membahayakan bagi pengguna jalan lainnya,” pungkas Misransyah. (dan/vie/k1)
Editor : amir-Amir KP