Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Berkumandang dari Ujung Kampung

uki-Berau Post • Sabtu, 3 Agustus 2019 - 19:16 WIB

DUA kali sudah peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung di pulau terdepan. Kali ini, dari pulau terdepan ke ujung kampung nun jauh di Long Suluy, Kecamatan Kelay. Ini akan menjadi sejarah penting bagi warga kampung setempat.

Undangan rapat persiapan kegiatan upacara peringatan Kemerdekaan RI di Kampung Long Suluy sebetulnya sudah disebar sejak tiga hari sebelumnya. Tapi karena hujan semalam, saya datang di saat rapat berlangsung. Sudah banyak hal teknis yang dibahas. Yang hadir juga lengkap. Ada camat, Kapolsek, Danramil, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), hadir juga dari PT Berau Coal, dan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo yang langsung memimpin pertemuan.

Intinya, akan dilaksanakan upacara peringatan detik detik Proklamasi ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Long Suluy, Kecamatan Kelay. Memang harus dibahas lengkap, mengingat lokasi itu lumayan jauh. Harus menempuh perjalanan darat dan dilanjutkan dengan ‘arung jeram’ menyusuri sungai. Bagi saya dan beberapa teman, ini kegiatan yang mengasyikkan.

Bagi saya, ke Kampung Suluy sudah pernah saya kunjungi lebih dari sekali. Kata Pak Talakei (maaf kalau penyebutan namanya salah) Tokoh Adat Suluy, inilah kampung yang paling hulu di Sungai Kelay. Penduduknya tidak terlalu banyak. Menuju Kampung Long Suluy, hanya bisa ditempuh lewat sungai. Naik perahu Ketinting berangkat dari Kampung Long Boy. Perjalanan ditempuh selama 4 jam baru tiba di Long Suluy. Melelahkan sekaligus mengasyikkan.

Tak ada fasilitas listrik dari PLN. Jaringan telepon seluler juga belum ada. Jangan salah, walau saya belum pernah menghitung tingkat kesejahteraan warganya, saya bisa pastikan warga Long Suluy adalah warga yang sejahtera. Pekerjaan utama mereka mendulang emas. Emas yang dijual di toko di Tanjung Redeb, pemasoknya salah satu dari Long Suluy. Hebat kan...

Tak salah bila Pak Wabup Agus Tantomo memilih Kampung Long Suluy sebagai tempat upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini. Bagian dari Nawacita, negara hadir. Dan Pak Agus Tantomo langsung akan bertindak selaku inspektur upacara. Danramil atau Kapolsek jadi komandan, sementara pengibar benderanya direkrut dari kecamatan.

Ada beberapa kampung yang dilalui menuju Long Suluy. Warga kampung yang dilalui itu juga akan menjadi peserta upacara. Saya membayangkan betapa meriahnya nanti. Pak Wabup sebagai inspektur upacara tidak memakai baju kebesarannya yang berwarna putih. Tapi rencananya akan mengenakan pakaian adat Dayak.

Peserta upacaranya juga demikian. Sementara pengibar bendera memakai baju dinasnya, juga komandan upacara menggunakan pakaian kebesaran. Saya juga baru mau meminjam baju milik teman. Baju Dayak lengkap dengan tutup kepala dihiasi bulu ayam hutan yang menjulang. Urutan upacara sama dengan yang ada di tempat lain.

Malam harinya, juga ada malam ramah-tamah bersama masyarakat sepanjang Sungai Kelay yang dipastikan akan berkumpul di Long Suluy. Pak Wabup sudah memberikan catatan, agar membawa musik electone. Kesenian lokal juga pasti akan tampil.

Datang lebih awal, ada rencana juga untuk melihat berbagai aktivitas masyarakat. Inginnya menyaksikan bagaimana masyarakat Long Suluy mencari dan mendulang emas. Bagaimana masyarakat memanfaatkan potensi yang ada di sungai untuk kehidupan mereka.

“Kita juga buat aktivitas memancing dan bakar ikan di tepi sungai,” kata Wabup Agus Tantomo.

Dalam acara malam ramah-tamah nanti, juga akan disampaikan hasil-hasil pembangunan yang dicapai selama 4 tahun terakhir. Sebaliknya, masyarakat Long Suluy dan beberapa kampung yang akan ikut memeriahkan juga pasti akan ‘curhat’. Bagaimana bisa ada jalan tembus, bagaimana masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam, juga bagaimana bisa menjadi desa yang terbuka terhadap keterisolasian jaringan telekomunikasi.

Yang pasti, pekik Merdeka! serta kumandang lagu Indonesia Raya akan memecahkan kesunyian Kampung Long Suluy. Masyarakat akan semakin bersemangat bekerja, semangat membangun desanya. Bahwa dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia dirayakan bersama masyarakat di desa paling ujung di aliran Sungai Kelay. (*/har)

Editor : uki-Berau Post
#Catatan