Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Mungkin Selesai Tahun Ini

uki-Berau Post • Selasa, 18 Oktober 2022 - 20:32 WIB
SUDAH DIPASTIKAN MOLOR: Wabup Berau Gamalis meninjau kesiapan dermaga penyeberangan orang dan kendaraan roda dua yang sudah rampung 100 persen, kemarin.
SUDAH DIPASTIKAN MOLOR: Wabup Berau Gamalis meninjau kesiapan dermaga penyeberangan orang dan kendaraan roda dua yang sudah rampung 100 persen, kemarin.

TANJUNG REDEB - Sampai kemarin (17/10), penutupan Jembatan Sambaliung belum juga dilakukan. Kondisi itu sudah meleset dari rencana awal perbaikan jembatan yang awalnya dijadwalkan Juli lalu, hingga diundur pada 7 Oktober yang juga belum bisa dilaksanakan.

Progres pembangunan jembatan masih berkutat pada pembangunan dermaga penyeberangan, sebagai jalur alternatif bagi masyarakat saat jembatan diperbaiki. Untuk dermaga penyeberangan khusus kendaraan roda dua dan pejalan kaki, memang sudah selesai dibangun. Namun masih akan dilakukan simulasi penyeberangan, yang rencananya dilakukan hari ini (18/10).

Dijelaskan Project Manager Proyek Perbaikan Jembatan Sambaliung, Agus Firdiansyah, secara teknis pembangunan dermaga penyeberangan untuk kendaraan roda dua ini baru bisa diselesaikan dalam waktu dua pekan sejak awal pengerjaan. Terlambat karena terkendala bahan material untuk membangun dermaganya. Begitu juga dengan dermaga untuk kendaraan roda empat, telah dirampungkan termasuk perbaikan hasil evaluasi dari simulasi beberapa waktu lalu.

"Kalau untuk roda empat diselesaikan dalam waktu satu bulan, termasuk dengan lahan parkirnya," ujarnya saat ditemui di dermaga sanggam, kemarin (17/10).

Dijelaskannya, untuk penyeberangan roda empat tetap menggunakan LCT. Berbeda halnya dengan transportasi penyeberangan roda dua, yang direncanakan akan menggunakan kapal tambangan. Yang telah disiapkan sebanyak 3 unit. Namun sebelum digunakan, perlu dilakukan simulasi dahulu. Untuk memastikan keamanan, terutama untuk mengetahui berapa jumlah kendaraan yang bisa dimuat dalam satu kapal tambangan tersebut. "Simulasi harus dilakukan agar bisa diketahui kekurangannya," katanya.

Setelah jalur penyeberangan alternatif rampung, mestinya penutupan jembatan sudah bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun Agus memastikan, target penyelesaian perbaikan Jembatan Sambaliung paling cepat selama 4 bulan sejak dimulainya perbaikan. Artinya, jika penutupan dimulai Oktober ini, penyelesaian perbaikan paling cepat pada Januari 2023. "Kalau 31 Desember mungkin tidak bisa selesaikan. Cuman kita maksimalkan bisa lebih cepat dengan waktu yang ada. Tapi mungkin memang akan lewat tahun ini. Yang pasti semakin cepat penutupan dilakukan, semakin cepat juga dikerjakan jembatan," jelasnya.

Menurut Agus, pekerjaan perbaikan Jembatan Sambaliung tidak bisa diselesaikan dengan terburu-buru atau memaksakan selesai tahun ini. Karena perbaikan ini berkaitan dengan struktur-struktur jembatan. Ketika dikerjakan buru-buru dengan mengesampingkan mutu, tentu akan berbahaya bagi masyarakat. Tapi Agus memastikan anggaran yang dialokasikan Pemprov Kaltim bisa terserap maksimal. Meski waktu pekerjaan tidak selesai tahun ini.

"Itu nanti ada jalurnya, tidak masalah. Terlebih kita juga ada pendampingan dari kejaksaan dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan), terkait masalah administrasi kontrak. Tapi dana dari pemprov nanti tidak bisa diambil di Desember, jadinya di tahun depan. Yang jelas akan tetap diselesaikan dan dananya terserap maksimal," bebernya.

Diakuinya, awal rencana perbaikan jembatan diwacanakan sejak Juli lalu. Namun mundur di setiap bulannya, hingga Oktober ini. Jadi diambil waktu perbaikan jembatan pada saat dimulainya penutupan jembatan.

"Intinya tetap memperhatikan keselamatan masyarakat. Jadi tidak ada masalah, harapannya penutupan di bulan Oktober ini," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis kemarin meninjau dermaga penyeberangan untuk roda dua menerangkan, simulasi akan dilaksanakan untuk mencoba menyeberangkan kendaraan roda dua beserta pemiliknya dari Tanjung Redeb ke Sambaliung, begitu juga sebaliknya. "Dari simulasi nanti akan diketahui, bagaimana kondisi dan manuvernya. Semoga saja bisa dilakukan dengan lancar," ucap Gamalis usai peninjauan.

Lanjutnya, jika dari simulasi yang dilakukan kegiatan penyeberangan dinilai aman oleh instansi teknis,maka penutupan Jembatan Sambaliung bisa segera dilakukan. Pasalnya, kondisi jembatan ini tidak bisa terlalu lama dibiarkan. Apalagi, penanganannya juga hanya tinggal menunggu kesiapan dermaga yang dibangun oleh Pemkab Berau.

"Jadi harus cepat dikerjakan, khawatir kalau terlalu lama, habis waktu untuk perbaikannya. Makanya, kalau simulasi sudah dinyatakan siap, langsung dilakukan penutupan jembatan," tegasnya.

Adapun dari segi keamanan selama aktivitas penyeberangan, kapal tersebut akan dilengkapi life jacket serta pelampung untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Karena menurutnya, keamanan dan keselamatan yang paling utama yang harus diperhatikan. Jumlah penumpang dan kendaraan, juga akan dilihat ketika simulasi dilakukan. "Batas kendaraan berapa, dan orang yang menumpang berapa," katanya.

Di sisi lain, di masing-masing dermaga juga akan ditempatkan beberapa petugas yang nantinya akan membantu turun naiknya kendaraan. Pasalnya, jika melihat dermaga yang sudah dibangun, tingkat kemiringannya cukup curam, dan itu cukup dinilai rawan bagi kendaraan bermotor. Terutama ibu-ibu yang membawa kendaraan sendiri.

"Maka itu dari simulasi nanti akan ada evaluasi. Kita juga akan tempatkan petugas untuk membantu turun-naiknya kendaraan di setiap jetty (dermaga). Demi keselamatan dan kenyamanan itu hal utama," tutupnya. (mar/udi)

Editor : uki-Berau Post
#pembangunan #infrastruktur