TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir akan segera meninjau lokasi landmark Berau yang ada di Jalan S.A Maulana, Tanjung Redeb. Karena lampu landmark sudah padam sejak beberapa bulan terakhir.
Menurut Ilyas Natsir, pihaknya tidak berwenang melakukan perbaikan. Namun karena landmark tersebut merupakan salah satu ikon Berau, maka menjadi tanggung jawab Disbudpar untuk berkirim surat ke instansi terkait.
“Saya malam ini (kemarin,red) akan ke sana melihat langsung kondisinya,” katanya.
Ia mengatakan, sangat disayangkan jika lampu penerangan landmark tersebut padam. Estetik lampu akan hilang, dan tentunya masyarakat juga enggan untuk berfoto di lokasi tersebut. Padahal dengan adanya lampu, ia yakin bisa menambah destinasi wisata tengah kota.
“Itu salah satu objek wisata tengah kota. Sangat indah jika lampunya menyala,” paparnya.
Ia menambahkan, lampu landmark tersebut sebelumnya memang berwarna-warni. Kemungkinan ada kabel yang rusak sehingga dilakukan pemadaman. Tapi disayangkan, ia khawatir jika terus padam, akan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk berbuat hal tidak senonoh.
Sebelumnya, Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengaku cukup miris. Pasalnya ia melihat lampu landmark Berau di Jalan S.A Maulana, Tanjung Redeb sudah beberapa bulan terakhir padam.
Menurutnya, posisi landmark tersebut strategis. Karena tepat berada di depan salah satu hotel dan bisa menjadi daya tarik bagi tamu hotel yang mayoritas warga negara asing.
“Inikan bisa dibilang ikon Berau. Tengah kota. Berilah perhatian lebih,” katanya.
Ia menilai, percuma dibangun jika tidak dirawat. Sehingga hanya akan menjadi rusak. Keindahan lampu-lampu di taman yang berada di sisi landmark tersebut bisa difungsikan dengan baik, bagi warga yang ingin foto-foto di spot tersebut.
“Saya sering lihat jika malam. Ada warga yang ingin berfoto terpaksa harus menelan kecewa karena lampunya padam,” jelasnya.
Lanjutnya, kondisi yang gelap dikhawatirkan akan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk berbuat hal tidak senonoh di lokasi tersebut. Ia berharap agar OPD terkait bisa melakukan perbaikan untuk lampunya jika memang rusak.
“Kan anggaran kita besar. Bisa disisihkan itu. Apalagi saya lihat teman-teman ojek online sering nongkrong di situ. Jika lampu nyala, saya yakin akan ramai lagi teman-teman ojek online duduk-duduk di situ,” katanya.
Bukan tanpa alasan, jika banyak ojek online yang duduk di spot tersebut, menurut Madri akan menambah pundi rupiah. Pasalnya banyak tamu hotel dari luar yang tidak tahu area Berau. Sehingga bisa memanfaatkan aplikasi ojek online.
“Inikan berkah juga buat mereka. Jadi saya minta agar segera dinyalakanlah itu, biar menarik juga bagi warga yang ingin foto-foto. Sekarang apa fungsinya dibangun tapi tidak dirawat,” pungkasnya. (hmd/arp)
Editor : uki-Berau Post