Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Samarinda Gemar Konsumsi Ikan Laut

octa-Octa • Kamis, 11 April 2019 - 17:35 WIB

SETIAP hari, sedikitnya 45 ton ikan dijajakan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Selili. Angka itu terbagi dalam dua jenis. Komoditas ikan laut lebih dominan dengan perbandingan 65 persen. Sedangkan sisanya berasal dari hasil tangkapan nelayan sungai dan budi daya. Tingginya angka pasokan ikan laut karena sejalan dengan angka permintaan yang begitu tinggi.

Per Maret, ada 1.874 ton ikan laut mampir di PPI Selili. Sedangkan ikan air tawar berjumlah 389 ton. Meski berada jauh dari laut, PPI Selili tak pernah kesulitan mendapat pasokan biota air asin. Sebab, nelayan dari perairan Sulawesi dan Kalsel menjadi salah satu pemasok tetap ke sana.

Kepala PPI Selili Ambo Tang mengatakan, meski angka kebutuhan ikan laut Samarinda tergolong tinggi, mereka juga mengalokasikan sebagian komoditas untuk dikirim ke luar daerah. Misalnya Kukar, Kubar, dan Mahakam Ulu. Namun, itu bergantung kondisi cuaca yang menjadi penentu utama kelancaran pasokan ikan. “Jika cuaca bagus, pasokan pasti melimpah. Bahkan, pernah melimpah tapi harga anjlok. Ini menjadi tugas kami,” akunya.

Pada momen demikian, mereka memutar otak demi memastikan kelancaran bisnis. Salah satunya, mengawetkan ikan di ruang pendingin. Ketika volume ikan melimpah, disimpan di ruang pendingin. “Terutama ikan layang, tongkol, dan gembung. Kebutuhannya tinggi,” beber dia.

Faktor lain penyebab tingginya kebutuhan ikan laut, lanjut Tang, yakni produktivitas ikan air tawar terus menurun. Kawasan ulu Sungai Mahakam yang kerap jadi penyuplai, mulai menurun. “Banyak rawa dan sungai yang berkurang. Aktivitas meracun ikan juga memengaruhi, karena yang mati tidak hanya induk, tetapi sampai telur. Itu memutus rantai produksi,” tegas dia. (*/dq/ndy/k8)

Editor : octa-Octa