SAMARINDA–Supriyanto (54), pejabat utama di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), diagendakan menghadiri acara di Samarinda, Senin (15/4) pagi. Namun, itu tidak terwujud. Malam sebelum pertemuan, dia telah lebih dulu meninggal.
Supriyanto tiba di Samarinda pada Minggu (14/4) siang. Bertolak dari Jakarta bersama dua rekannya. Setibanya di Samarinda, mereka check-in ke hotel berbintang di Jalan Pangeran Hidayatullah, Pelabuhan, Samarinda Kota. Rencananya, dia bertahan di Kota Tepian selama tiga hari.
Memasuki malam, sekira 21.30 Wita, dia terburu-buru ke meja resepsionis. Mengenakan kemeja biru muda dengan celana panjang cokelat, dia minta tolong diantar ke rumah sakit. “Dia meminta tolong sambil memegangi dadanya,” jelas Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Abdilah Dalimunthe, menirukan keterangan dari para saksi.
Bahkan, saat menunggu kendaraan tiba, warga yang bermukim di Tangerang, Banten, itu sempat terduduk lemah di lobi hotel. Dia kemudian dibawa RS H Darjad. Sempat ditangani tim medis rumah sakit swasta itu, sayang nyawanya tak tertolong. “Dipastikan meninggal pada 22.45 Wita,” tegas perwira polisi berpangkat balok satu tersebut. Setelahnya, jasad dibawa ke ruang mortuary RSUD AW Sjahranie untuk jalani visum et repertum (VER).
Menurut keterangan pihak hotel, Supriyanto datang bertiga. “Tapi pesan kamar masing-masing. Itulah temannya enggak banyak tahu kalau korban turun,” tambah Dalimunthe. Sementara itu, petugas mendapat informasi bahwa aparatur sipil negara (ASN) bergolongan Eselon III itu memiliki riwayat penyakit pernapasan. “Bisa jadi asma,” sambung eks kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda itu. Pasalnya, pada 2018, korban pernah mengeluh pada rekannya ketika bekerja.
Kemarin (15/4), jasad Supriyanto diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan. “Keluarga yang minta supaya tidak diautopsi,” tambah pria Dalimunthe. Ada surat kesepakatan yang ditandatangani kerabat korban. Berdasarkan surat tugas, Supriyanto dijadwalkan di Kota Tepian hingga Selasa. Belum diketahui tugas apa yang dilakukan korban.
Di Polsek Samarinda Kota, terlihat beberapa pegawai hotel berbintang tempat Supriyanto menginap, berseliweran. Salah satu di antaranya sempat diajak berbincang, namun menolak memberikan keterangan. “Maaf, bukan kewenangan kami,” singkatnya. (*/dra/ndy/k8)
Editor : octa-Octa