Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dua Korban Kapal Meledak Ditemukan, Begini Kondisinya...

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 13 Februari 2021 - 17:41 WIB
Keluarga korban mencari kejelasan.
Keluarga korban mencari kejelasan.

SAMARINDA–Kejelasan terkait meledaknya kapal bermuatan bahan bakar minyak (BBM) di PT Barokah Galangan Perkasa (BGP) terkesan ditutupi. Sikap manajemen perusahaan galangan kapal di Jalan Pelabuhan, Nomor 66, RT 01, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, itu dikeluhkan.

Setelah meledaknya dua kapal, para keluarga pekerja PT BGP mencari kejelasan sanak keluarganya. Sayangnya, portal PT BGP terus tertutup. Pihak sekuriti dan orang berpakaian sipil menghalangi pihak keluarga untuk masuk. Awak media yang mencoba mencari informasi ke PT BGP pun turut dihalangi.

Pihak keamanan perusahaan mengatakan, jika manajemen PT BGP tidak berada di tempat. Salah satu pihak keluarga yang mencari kepastian ialah Munarno (34), keponakan Tumiran, pekerja PT BGP yang tak kunjung pulang sejak meledaknya dua kapal pada Kamis (11/2) lalu.

Padahal, setiap harinya Tumiran selalu pulang tepat waktu. “Saya sama keluarga dari semalam sudah di sini (PT BGP). Didatangi juga ke rumah disuruh di rumah saja menunggu kabar, tapi nggak ada dikasih tahu lagi proses pencarian atau tidak,” kata Munarno.

Menurut dia, mau masuk saja tidak boleh. “Coba kalau ini menimpa keluarga mereka, bagaimana coba? Anak-istrinya itu sampai tidak bisa makan dan tidur,” kata Munarno saat ditemui di depan PT BGP.

Kedatangan Munarno dan keluarganya untuk mencari kepastian itu tidak lepas dari ditemukannya satu jasad pria yang mengapung di Sungai Mahakam, wilayah Kecamatan Anggana, sekitar pukul 10.00 Wita, kemarin (12/2). Dia sempat mengecek kondisi jasad tersebut ke RSUD AW Sjahranie, rupanya jasad tersebut bukan pamannya.

“Tadi pagi keluarga sudah ada ngecek ke rumah sakit, ternyata lain. Dari warna kulit sama perkiraan umur juga beda. Ini (korban) lebih muda. Makanya cari tahu lagi ke sini (PT BGP) karena sebelumnya ada kabar nggak ada korban,” tegas pria yang bermukim di Kelurahan Sindang Sari itu.

Untuk diketahui, jasad yang ditemukan tim SAR kemarin pagi adalah Suwardi, pekerja PT BGP. Pihak keluarga Suwardi yang didatangkan ke rumah sakit tersebut membenarkan. Beberapa bagian tubuh mengalami luka bakar dan luka robek. Tulang tangan, kaki, hingga jari remuk.

Pada bagian kepala juga mengalami cedera, sehingga butuh waktu untuk mengidentifikasi jasad Suwardi. Adapun yang dirasakan Munarno, juga dirasakan Sunardi (65), ayah dari Suwardi. Warga yang bermukim di Desa Sidomulyo, Anggana, Kukar itu begitu terpukul mengetahui anak keduanya telah meregang nyawa.

“Almarhum (Suwardi) ini punya anak dua, masih kecil-kecil. Adeknya juga kerja di situ (PT BGP), tapi lokasi kerjanya beda sekitar 100 meter,” kata Sunardi yang ditemui di rumah duka.

Kabar duka ini tentu membuat Sunardi bingung. Sebab, selama ini Suwardi merupakan tulang punggung keluarga. “Nggak cuma untuk anak-istrinya, untuk mertua juga dari penghasilannya. Kalau begini bagaimana nasib anaknya juga, untuk sekolah nanti,” tuturnya.

Sudah ada janji terkait bantuan yang diberikan PT BGP, namun janji bantuan itu belum diketahui bentuknya. “Ada datang sudah kontraktornya semalam. Tapi saya bingung katanya bantu semampunya. Semampunya itu yang bagaimana? Kejadiannya kan di galangan, jadi saya minta tanggung jawab perusahaan,” ungkapnya.

Selain jasad Suwardi, pukul 18.00 Wita kemarin, unsur SAR menemukan jasad Gunawi yang mengapung tak jauh dari bangkai kapal yang terbakar. Jasad tersebut dipastikan identitasnya oleh Inafis Polresta Samarinda dari kartu tanda pengenal yang masih terselip di saku celana.

“Dari hasil sidik jari dan identitasnya menunjukkan jika jasad ini merupakan Gunawi yang dikabarkan hilang sejak meledaknya kapal tersebut. Tapi, kami akan hubungi pihak keluarganya lagi,” kata Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aipda Heri Cahyadi.

Kini, pencarian korban ledakan kapal di PT BGP hanya menyisakan satu orang dari tiga pekerja yang dikabarkan menghilang. Korban yang belum ditemukan ialah Tumiran, pekerja yang berada di atas kapal saat ledakan terjadi.

Ditemui terpisah, Kasat Polair Polresta Samarinda AKP Iwan Pamuji setelah menyambangi PT BGP mengatakan, olah TKP belum bisa dilakukan. Sebab, setengah badan bangkai kapal tenggelam.

“Tadi hanya melihat kondisi (kapal) secara utuh untuk laporan. Nanti kami datangkan Puslabfor, saat ini masih tahap koordinasi,” tandasnya. (*/dad/kri/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#samarinda