Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nakes Tak Perlu Lagi Hazmat, Ini Gantinya...

izak-Indra Zakaria • Rabu, 25 Agustus 2021 - 17:36 WIB
Kemenkes menganjurkan bisa mengganti baju hazmat dengan gown. Namun, pilihan untuk beralih ke baju gown tergantung pada fasyankes masing-masing.
Kemenkes menganjurkan bisa mengganti baju hazmat dengan gown. Namun, pilihan untuk beralih ke baju gown tergantung pada fasyankes masing-masing.

Kemenkes menganjurkan bisa mengganti baju hazmat dengan gown. Namun, pilihan untuk beralih ke baju gown tergantung pada fasyankes masing-masing.

 

BALIKPAPAN – Sejumlah daerah mulai memperbolehkan tenaga kesehatan (nakes) untuk tidak perlu mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat selama bertugas. Namun, mengganti APD lainnya berbentuk gown. Misalnya yang dilakukan di Bangka, petugas pemulasaraan tak lagi menggunakan hazmat.

Kemudian nakes di Berau juga berencana beralih menggunakan gown untuk merawat pasien Covid-19 di rumah sakit. Ini sesuai anjuran dari Kementerian Kesehatan mengenai APD, bahwa baju hazmat tak perlu digunakan lagi. Berbeda dengan hazmat yang hanya sekali pakai, gown bisa digunakan beberapa kali.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty menuturkan, sejauh ini nakes di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Balikpapan masih memakai hazmat selama bertugas. Menurut dia, pilihan untuk mengganti gown tergantung pada fasyankes masing-masing.

“Kita juga perlu kepercayaan diri nakes. Kalau langsung hazmat dihapus sama sekali, kasihan mereka (nakes), karena harus bekerja dengan percaya diri,” ujarnya. Dia menyebutkan, saat ini masih mengikuti perkembangan karena banyak penelitian yang berhubungan dengan hal tersebut.

“Mungkin ada penelitian tidak ada resiko penularan jadi tidak perlu hazmat, tapi kita ikuti saja perkembangannya, masih dinamis,” sebutnya. Dia menambahkan, semua tergantung dengan kepercayaan nakes. Merasa berani, percaya diri atau tidak jika harus bertugas tanpa hazmat.

“Tapi kebijakan ini lebih kepada pimpinan atau direktur fasyankes masing-masing,” ucapnya. Sebab, pimpinan fasyankes yang memiliki kewenangan. Namun, nakes di Balikpapan rata-rata masih memakai hazmat. Dia menambahkan, kemungkinan daerah lain seperti di Jawa yang sudah tak lagi mengenakan hazmat. (gel/ms/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan