BRUSSEL–Gelombang penularan Covid-19 di Amerika Serikat (AS) berdampak panjang. Negeri Paman Sam kini dikeluarkan dari daftar putih Uni Eropa (UE). Negara yang masuk dalam daftar tersebut bisa masuk ke wilayah UE tanpa menjalani pembatasan seperti karantina. Ada lima negara lain yang juga didepak, yaitu Israel, Kosovo, Lebanon, Montenegro, dan Republik Makedonia Utara.
Syarat masuk daftar putih UE adalah kasus penularan baru Covid-19 kurang dari 75 per 100 ribu orang dalam 14 hari terakhir. Batas itu tidak bisa dipenuhi AS yang kini dilanda gelombang penularan dan kematian cukup tinggi. Mayoritas negara anggota UE membuka perbatasannya untuk AS Juni lalu. Harapannya, turis yang bisa datang pada liburan musim panas dapat berdatangan dan perekonomian dari sektor pariwisata bisa kembali bergeliat.
Perjalanan tidak penting dari luar blok ke UE dan delapan negara terkait juga dibatasi. Beberapa bulan terakhir negara dan teritorial yang masuk di daftar putih tersebut kian menyusut. Kini tinggal 17 negara.
Kebijakan yang diambil UE itu tidak mengikat untuk ibu kota negara-negara anggotanya. Sebagian mungkin masih tetap mengizinkan turis AS untuk berkunjung. Namun, selama ini 27 negara anggota lembaga tersebut patuh pada saran perjalanan yang diberikan UE selama pandemi.
Industri maskapai udara AS mengecam keputusan UE tersebut. Itu adalah pukulan berat. Padahal, industri penerbangan baru saja bergeliat. Mereka rencananya berbicara dengan masing-masing negara anggota UE secara personal agar mengizinkan warga AS terbang ke sana. Prioritasnya adalah keselamatan semua penumpang.
”Rekomendasi UE itu adalah langkah mundur dan jelas mengecewakan industri penerbangan AS yang telah bekerja dengan giat untuk melanjutkan layanan trans-Atlantik dengan aman,” bunyi pernyataan kelompok Airlines for America seperti dikutip Agence France-Presse.
Mereka menjelaskan, ketika UE dibuka kembali beberapa bulan lalu, penduduk Negeri Paman Sam ingin membeli tiket dan segera terbang ke sana. Sebagian ingin kembali bertemu dengan orang-orang terkasih yang terpisah karena pandemi.
AS di pihak lain sudah menutup mayoritas penerbangan internasionalnya sejak awal pandemi. Mereka tidak menerima turis asing, termasuk dari Eropa. Bahkan, ketika UE sudah membuka perbatasan, AS hingga kini masih belum. Gedung Putih Senin (30/8) menegaskan akan mempertimbangkan kembali kebijakannya. (sha/c9/bay/jpg/dwi/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria