Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dewan Usul Pakai Lahan Milik Pemkot

izak-Indra Zakaria • Jumat, 6 Oktober 2023 - 19:42 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BONTANG–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) bakal membangun pos damkar di Berbas Pantai. Kepala Disdamkartan Amiluddin mengatakan, rencana itu akan direalisasikan tahun depan. Namun, dia belum menentukan lokasi untuk pembangunan pos. “Kami masih akan melihat lokasi mana yang akan dipakai,” kata Amiluddin.

Menurut dia, Berbas Pantai diperlukan pos damkar. Pasalnya, permukiman di wilayah pesisir masuk daerah rawan terjadi kebakaran. Konstruksi utama permukiman berbahan kayu yang menyebabkan api mudah membesar.

“Perlakuan di Berbas Pantai berbeda. Nantinya mengandalkan dari jalur laut dan menggunakan pompa,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Amir Tosina mendukung langkah Disdamkartan untuk membuat pos damkar di Berbas Pantai. Menurut dia, dengan jarak yang dekat maka lebih mudah mengantisipasi terjadinya kebakaran. “Memang ada pos di Berbas Tengah tetapi langkah untuk membangun di Berbas Pantai juga diperlukan,” tutur dia.

Politikus Partai Gerindra ini meminta agar Disdamkartan menggunakan lahan milik pemkot. Utamanya di wilayah Berbas Pantai untuk pembangunan pos damkar. Supaya tidak keluar lagi dalam pengadaan lahan. Sehingga anggaran langsung difokuskan untuk pembangunan gedung.

“Bisa pakai lahan di samping Pujasera Mangrove Berbas Pantai. Itu lebih strategis,” terangnya.

Sebelumnya, seusai HUT Bontang, Disdamkartan akan meresmikan pos pemadam di Guntung. Lokasinya di kompleks Rusunawa Guntung. Disdamkartan bakal memiliki unit baru pada akhir tahun ini. Totalnya lima unit. Meliputi 3 unit suplai air, 1 mobil rescue, dan 1 kendaraan pikap.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp 9,6 miliar.

“Tiga unit armada pemadam sudah kami belanjakan di awal tahun dari nominal tersebut. Sudah ditempatkan di Pos Bontang Barat, Berebas Tengah, dan Mako,” sebutnya. 

Spesifikasi mobil suplai air yakni kapasitas tangkinya 5.000 liter. Pertimbangan pemilihan kapasitas tersebut lantaran tipe kecil lebih mudah dalam kendaraan melakukan manuver. Sesuai dengan kondisi permukiman di Kota Taman. “Di sini tidak cocok kalau terlalu besar tangkinya,” urai dia.

Sementara itu, untuk satu mobil penyelamatan spesifikasinya ialah transmisi manual. Dilengkapi dengan SCBA, fire jacket, boot safety, fire helmet, tabung oksigen 1 M3, brankar, stretcher, perlengkapan medis, tabung APAR, senter LED, dan sirene multi-suara. Kendaraan pikap untuk operasional petugas pemadam kebakaran. Total kendaraan yang dimiliki saat ini ialah 13 unit.

Tak hanya itu, Disdamkartan akan melengkapi alat pemadam kebakaran. Pagu anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 1,2 miliar. Wujudnya berupa slang pemadam kebakaran yang memiliki spesifikasi bahan rubber, ukuran 2,5" x 30 m, coupling machino, dan tekanan kerja maksimal 25 bar.

Kemudian flow press meter yakni alat ukur tekanan atau aliran hidran digital, bahan aluminium, akurat bisa terhubung dengan komputer atau handphone, Flow Range 20 lpm - 25.000 lpm, Pressure Range 0 - 16 bar. Juga, Floating Pump spesifikasinya Floating Pump 13 HP c/w hose dan Noozle 2,5. (ak/ind/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#bontang