Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengembang Janji Bangun Bozem

izak-Indra Zakaria • Minggu, 8 Oktober 2023 - 04:40 WIB
Photo
Photo

Pembangunan bendungan pengendali (bendali) atau bozem diyakini jadi solusi menghilangkan genangan air yang merendam belasan rumah warga di Kompleks GPA. Pengembang telah menyanggupi untuk membangun.

 

BALIKPAPAN–Setelah bertemu dengan dua pengembang, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meminta organisasi perangkat daerah (OPD) mengawal realisasi di lapangan. Plt Kepala Disperkim Rafiuddin mengatakan, pihaknya sudah bertemu bersama pengembang dan OPD terkait.

Sesuai pertemuan dan kesepakatan dengan wali kota, pengembang Daun Village sudah menyatakan bersedia dan mendukung kegiatan penanganan genangan air. Mereka akan membuat saluran dengan catatan Griya Permata Asri (GPA) melakukan hal yang sama.

“Tugas kami bagaimana komunikasi dengan GPA agar segera membangun bozem di lingkungan perumahan tersebut,” sebutnya. Sehingga air tertampung dulu di bendali sebelum nanti air dialirkan ke saluran Daun Village. Disperkim ditugaskan kepala daerah untuk terus berkomunikasi dengan pihak GPA.

 

Dia mengaku, terakhir kali GPA sudah memenuhi panggilan Pemkot Balikpapan. Hasilnya mereka harus membuat bendali penampungan air sedimen trap sebelum air dialirkan ke Daun Village. “Kami secara persuasif terus memastikan dan memantau kapan bisa berjalan pembangunan,” ucapnya.

 

Ada pun titik lokasi bendali berbeda dari yang ada dalam set plan sebelumnya. Pihaknya meminta pengembang membuat bendali yang dapat menyelesaikan masalah genangan air di Jalan Cisadane, RT 52, tersebut. Lokasi bendali pas di bawah atau titik genangan.

 

“Kami sudah diskusi dengan OPD teknis seperti Dinas PU. Kemudian Asisten II juga telah menyarankan ini titik yang tepat menjadi bendali,” katanya. Rafiuddin menegaskan, bendali yang dibuat ini di luar dari bendali yang memang menjadi tanggung jawab pengembang.

 

Namun bendali yang dibuat pengembang untuk mengatasi masalah genangan tersebut. Seperti diketahui dalam set plan, GPA seharusnya memiliki tiga bendali. Sementara untuk kewajiban Daun Village, tinggal menunggu GPA membuat bendali terlebih dahulu. Mereka sudah berkomitmen di depan wali kota.

 

Menurutnya, kini tinggal terus menjaga komunikasi dengan dua pengembang agar mereka mengikuti saran dari Pemkot Balikpapan. “Kami berharap dalam waktu dekat bisa tercapai dan berjalan di lapangan,” imbuhnya. Sementara terkait relokasi warga, Rafiuddin berharap, keberadaan bendali nanti bisa menyelesaikan genangan air.

 

Sehingga tidak perlu ada kegiatan relokasi warga. Apabila nanti terdapat bendali, namun masalah genangan tak juga berakhir, maka bisa menjadi pertimbangan bagi pengembang melakukan relokasi warganya. “Kami upayakan ada bendali masalah selesai dan rencana relokasi tidak perlu,” tandasnya. (ms/k8)

 

DINA ANGELINA

dinaangelina6@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria