Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perlu Petugas Jaga di Imam Bonjol

izak-Indra Zakaria • Jumat, 27 Oktober 2023 - 21:29 WIB
-
-

BONTANG – Akses Jalan Imam Bonjol yang sedang diperbaiki masih bisa dilewati pengendara roda dua. Sebab, barrier yang dipasang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) sejak Senin (23/10) lalu ada yang membuka.  Tentu saja hal ini sangat berbahaya, mengingat ada pekerjaan penggalian badan jalan.

Seorang pengendara roda empat, Yosep, mengaku sering melintasi jalur itu dari arah simpang empat Pisangan menuju kediamannya. Kini ia harus berhati-hati lantaran harus berbagi dengan kendaraan roda dua dari lawan arahnya. “Ini berbahaya. Bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” kata Yosep.

Seharusnya ada pengawasan secara berkala khususnya di jam padat lalu lintas supaya jalur itu tidak digunakan. Sebab, masih ada akses lain yang bisa dilewati. Meliputi Jalan MT Haryono, R Soeprapto, kemudian Ahmad Yani. Kendati harus memutar.

“Terpenting keselamatan. Mungkin ini tidak dipikirkan oleh oknum warga yang masih membandel,” ucapnya.

Di sisi lain, kendaraan dari arah simpang empat Pisangan harus tancap gas ketika melewati titik penggalian. Sebab, kontur jalan menanjak. Titik penggalian juga telah dipasang garis pembatas. Alhasil kendaraan tidak bisa sedikit ke lajur kiri.

Sementara warga Api-Api Heri menjelaskan perlu ada petugas yang disiagakan di jam tertentu, sehingga tidak terjadi kecolongan penggeseran pembatas jalur yang menggunakan barrier. “Sudah berkali-kali itu digeser. Bahkan pernah dengan sengaja itu melintang di badan jalan,” tutur dia.

Terkadang warga yang tinggal di lokasi itu mengembalikan ke posisinya. Tetapi itu tidak bertahan lama. Sebab, umumnya pengendara ingin mengambil jalan pintas.

Diketahui, Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurdin menjelaskan, jika digeser, warga tidak bisa menuntut bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Saat ini struktur lapisan aspal itu digali. Mengingat lapisan dalam sudah mengalami kerusakan.

Jika tidak dibeton lagi, kerusakan akan terus terjadi. Meski sudah dilapisi aspal bagian atasnya. Nantinya pemasangan beton setebal 20 sentimeter menggunakan lean concrete.  “Setelah dicor baru dilapisi aspal,” ucapnya.

Proses penggalian dilakukan malam. Di saat arus lalu lintas di jalur tersebut tidak padat. Sebab, kalau pagi hari dapat mengganggu aktivitas warga yang berangkat kerja maupun mengantarkan anaknya sekolah. Khusus untuk pengecoran nantinya menyesuaikan dengan ketersediaan material.

“Kalau pengecoran itu tentatif. Bisa pagi atau siang hari. Bergantung material adanya,” tutur dia.

Pasalnya, saat ini terjadi kelangkaan terkait material aspal. Namun ia optimistis pengerjaan itu dapat rampung tiga pekan mendatang. Sesuai dengan batas waktu kontrak pemenang tender.

Diketahui, Jalan Imam Bonjol merupakan satu di antara tiga titik yang diprioritaskan dalam rehabilitasi jalan dengan alokasi anggaran Rp 2,7 miliar. Dua ruas jalan lain di antaranya Jalan RE Martadinata dan Jalan M Roem yang saat ini sudah mulai dikerjakan. (ak/ind/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria