PROKAL.co, Balikpapan- Ketua Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Danang, meminta pemerintah daerah bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih aktif dalam menyusun dan melaksanakan program kerja agar tidak menimbulkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) di akhir tahun anggaran.
Menurut Danang, keaktifan OPD dalam merancang kegiatan sejak awal tahun menjadi kunci agar serapan anggaran berjalan optimal dan sesuai kebutuhan daerah. “Makanya kita minta semua OPD itu untuk aktif membuat program, supaya tidak ada SILPA. Jadi kebutuhan keuangan daerah itu sesuai dengan kegiatan yang ada di daerah,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadikan besaran SILPA sebagai indikator penilaian kinerja keuangan daerah. Jika suatu daerah memiliki SILPA tinggi, maka bisa berdampak pada pemangkasan alokasi anggaran tahun berikutnya. “Kalau saya membaca, patokannya Kemenkeu itu banyaknya SILPA di setiap daerah. Akhirnya dipangkas kalian,” kata Danang.
Lebih lanjut, Danang menilai keterlambatan proses lelang proyek menjadi salah satu penyebab utama munculnya SILPA. Ia mencontohkan, di Dinas Pekerjaan Umum (PU), tender yang molor sering kali membuat waktu pelaksanaan kegiatan menjadi sangat terbatas. “Nah, dampak lelang tertunda ini yang menyebabkan munculnya SILPA. Contohnya di Dinas PU, dalam waktu dua bulan ini apa bisa menyelesaikan pekerjaan? Kan tidak mungkin,” jelasnya.
Selain faktor tender, Danang juga menyoroti perubahan sistem e-katalog versi 6 yang turut memperlambat proses pelaksanaan kegiatan di lapangan. “Perubahan sistem itu berdampak ke semua kegiatan. Misalnya pekerjaan drainase, dalam dua bulan apa bisa selesai? Akhirnya menimbulkan SILPA lagi,” tambahnya.
Karena itu, DPRD meminta pemerintah kota untuk lebih tanggap dan cepat menyiapkan program sejak awal tahun anggaran. Setelah pengesahan APBD, OPD diharapkan segera mengeksekusi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tanpa menunda waktu. “Kita berharap setelah pengesahan, program langsung berjalan. Jadi jauh-jauh hari sudah disusun RKA, supaya tidak tertunda-tunda lagi. Kalau sudah mendekati akhir tahun begini, apa yang bisa dikerjakan akhirnya menimbulkan SILPA,” tutup Danang.
Dengan langkah cepat dan perencanaan matang, DPRD berharap penyerapan anggaran daerah Balikpapan di tahun 2025 dapat berjalan maksimal, sehingga program pembangunan dapat terlaksana secara efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (an/adv)
Editor : Wawan