Informasi mengenai penutupan gedung Bandiklat Bulungan yang menjadi tempat karantina, dipastikan hoaks oleh Kepala Dinas Kesehatan Bulungan Imam Sujono.
Dikatakan, informasi yang beredar luas di dunia maya tersebut, tidak jelas sumbernya. Apalagi Bandiklat menjadi satu-satunya fasilitas karantina yang ada di Bulungan. Sehingga tidak mungkin dilakukan penutupan. “Sekarang masih ada 16 orang yang dikarantina di sana. Jadi yang bilang adanya penutupan Bandiklat siapa? Karena sejauh ini kami belum dapat informasi terkait penutupan tersebut. Jadi saya tegaskan, informasi tersebut tidaklah benar alias hoaks,” katanya kepada Rakyat Kaltara.
Dikatakan, gedung Bandiklat memiliki 40 kamar dengan daya tampung 80 orang.
Sementara kasus Covid-19 di Bulungan disebutnya masih cukup tinggi. Dengan 30 Orang Tanpa Gejala (OTG), 8 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 16 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Sejauh ini, lanjut dia, sudah 83 orang dinyatakan negatif, 41 positif 41, dan 23 pasien sudah dinyatakan sembuh.
Kabar hoaks tentang penutupan gedung Bandiklat Bulungan, juga disampaikan juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bulungan, Heriyadi Suranta. “Kalau nantinya dilakukan penutupan, pasti akan dilakukan,” katanya.
Dari pantauan Rakyat Kaltara, beberapa petugas dengan APD lengkap, memang terpantau melakukan penyemprotan cairan disinfektan di gedung Bandiklat kemarin. Namun penyemprotan dilakukan bukan dalam rangka penutupan, namun sterilisasi ruangan-ruangan yang sebelumnya digunakan untuk menampung PDP yang dikarantina di gedung tersebut. (*/mts/udi)
Editor : uki-Berau Post