Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Vaksinasi Lansia Belum Capai Target

uki-Berau Post • Rabu, 17 Maret 2021 - 03:16 WIB
SUNTIK VAKSIN: Pemberian vaksin Sinovac terhadap sejumlah ASN di lingkup Pemkab Bulungan, yang terlaksana pada 10 Maret lalu.
SUNTIK VAKSIN: Pemberian vaksin Sinovac terhadap sejumlah ASN di lingkup Pemkab Bulungan, yang terlaksana pada 10 Maret lalu.

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengatakan, vaksinasi Covid-19 tahap pertama bagi masyarakat umum kategori lanjut usia (Lansia) dengan usia 60 tahun ke atas sudah dilakukan. 

Adapun vaksinasi tahap kedua sampai saat, kata Imam, masih berproses. Serapan vaksinasi Covid-19 bagi para lansia masih sangat minim. Baik yang datang sendiri berkunjung ke Puskesmas ataupun layanan jemput bola. Ia menargetkan vaksinasi lansia di wilayah Tanjung Selor mencapai kurang lebih 2.900 jiwa.

“Sebanyak 2.900 itu untuk wilayah Tanjung Selor saja. Belum daerah lain, yang ada di Bulungan. Kalau di juknis dari pusat tertulis hanya di ibukota provinsi. Berarti sementara ini hanya Tanjung Selor,” ungkapnya, Senin (15/3). 

Laporan yang ia terima satu minggu terakhir baru tervaksin 167 lansia. Beda dengan kategori pelayan publik yang sudah mencapai 2.086 jiwa. Masih rendahnya tingkat vaksinasi lansia umumnya disebabkan adanya penyakit penyerta atau komorbid. Beberapa lainnya khawatir efek samping pasca vaksinasi. 

“Makanya, kita mengimbau kembali dari yang sudah mendapatkan vaksinasi itu aman, tidak ada efek yang ditakutkan masyarakat. Namun kebanyakan sosialisasi yang masih kurang. Jadi kita kembali memberikan surat ke pihak camat, terutama Tanjung Selor,” ujarnya. 

Dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19 petugas kesehatan juga melakukan jemput bola. Seperti yang beberapa waktu lalu dilaksanakan di Desa Jelarai. “Kalau saya lihat sosialisasi masih kurang. Selain itu lansia itu juga kan ada yang komorbid, ada yang juga tensinya dan gula darahnya tinggi,” ungkap Imam. 

Lansia yang memiliki riwayat penyakit stroke, pemberian vaksinasinya masih dipertimbangkan. 

Tarakan Belum Ada Vaksin Khusus Lansia

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti menegaskan, alokasi vaksin Covid-19 khusus lansia belum ada. Pemberian vaksin khusus tersebut, belum diberikan oleh Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kaltara. 

“Kalau sudah didistribusikan dari Provinsi ke Kabupaten dan Kota, baru dibuka pendaftaran vaksin lansia. Harusnya untuk lansia di minggu ini pemberian vaksinnya. Tapi, sampai sekarang belum ada alokasinya, menunggu distribusi dari provinsi,” jelasnya, Senin (15/3).

Meski begitu, pemberian vaksin tahap kedua termin pertama, saat ini sudah dalam proses. Namun, masih ada penerima vaksin yang sudah dikirimkan undangan untuk termin pertama tapi belum datang. Sehingga, jumlah vaksin yang datang tidak bisa langsung diberikan kepada calon penerima vaksin ditermin kedua. 

"Jadi, harus terbagi. Karena, vaksin yang diberikan itu multidus. Satu kotak untuk 9 sampai 10 orang. Menunggu 9 orang atau 10 orang datang, baru dibuka vaksinnya," katanya.

Penerima vaksin yang harusnya diberikan ada yang tertunda, karena menunggu kesiapan tubuh. Salah satunya, apabila saat dilakukan pemeriksaan ada penyakit darah tinggi, diharuskan minum obat dulu. Setelah stabil baru dijadwalkan kembali. 

Stok vaksin untuk termin kedua, kata Devi, belum datang. Namun akan dijadwalkan pekan ini yang dikirimkan dari Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kaltara. Untuk jumlah penerima yang sudah diberikan vaksin ada 1.611 orang. 

“Kita mendapatkan 190 vial, untuk 1.710 orang. Yang mendapatkan vaksin 1.611 orang. Jadi, sudah 95 persen yang mendapatkan vaksin tahap pertama," ungkapnya. 

Target awal, pemberian vaksin tahap kedua termin pertama diperkirakan selesai akhir Maret ini. Devi menegaskan, vaksin Sinovac single dus yang masa waktu pemakaiannya berakhir, pada 20 Maret ini sudah habis diberikan untuk tahap pertama. Terakhir pemberian, 8 Maret lalu untuk tenaga kesehatan. (*/nnf/sas/mua/uno)

Editor : uki-Berau Post
#kesehatan