PROKAL.CO, TENGGARONG – Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini memiliki wajah baru yang menjadi pusat perekonomian masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mengoperasikan Tangga Arung Square—pasar hasil revitalisasi Pasar Tangga Arung lama, Senin (5/1).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin serta Forkopimda. Turut dirangkai dengan apel bersama jajaran ASN, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota DPRD Kukar, pengelola pasar, serta pihak terkait lainnya.
Dibangun dengan konsep pasar semi modern, dengan dua lantai—parkiran luas serta berdampingan dengan Taman Super Hero. Tangga Arung Square diproyeksikan menjadi pondasi kokoh memperkuat denyut ekonomi masyarakat, sekaligus menata pusat perbelanjaan agar lebih tertib dan nyaman.
Aulia menyampaikan, Tangga Arung Square merupakan bagian dari realisasi janji politik Pemkab Kukar melalui program Kukar Idaman. Pasar tersebut kini siap digunakan dan dirancang untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dengan fasilitas yang lebih baik.
“Pasar ini menyediakan 703 lapak. Alhamdulillah sebagian besar sudah diisi oleh para pedagang yang migrasi dari pasar Tangga Arung dulu,” ungkapnya.
Aulia mengatakan, konsep pasar ini tidak meninggalkan karakter pasar rakyat yang telah melekat selama ini. Dan ia berharap Tangga Arung Square dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan simpul aktivitas perdagangan masyarakat, baik di Tenggarong maupun secara umum di Kutai Kartanegara.
“Harapan kita di pasar ini tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat hub masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi,” ucap Aulia.
Dalam pengelolaannya, Pemkab Kukar juga berkomitmen mencegah praktik penguasaan lapak secara berlebihan maupun penyewaan lapak kepada pihak lain. Pemerintah memastikan pasar ini murni diperuntukkan bagi pedagang aktif. Pun, satu nama hanya diperbolehkan menggunakan satu lapak aktif untuk berjualan. Lapak yang tidak dimanfaatkan akan ditertibkan.
“Lapak yang ada ini kita kasih waktu satu bulan. Kalau tidak ada aktivitas penjualan, akan ditarik kembali oleh pemerintah,” katanya.
Aulia juga memastikan pengelolaan pasar beserta fasilitas pendukung, termasuk parkir, akan dilakukan secara profesional demi menciptakan pasar yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan pasar ini benar-benar nyaman dan bisa digunakan dengan baik oleh seluruh warga masyarakat,” pungkas Aulia. (moe)
Editor : Indra Zakaria