Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

446.219 Personel TNI Bantu Pengamanan Pemilu

Muhammad Rizky • Jumat, 2 Februari 2024 - 18:49 WIB

 

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) mengecek alat penanggulangan huru-hara prajurit TNI saat apel gelar pasukan pengamanan Pemilu 2024 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) mengecek alat penanggulangan huru-hara prajurit TNI saat apel gelar pasukan pengamanan Pemilu 2024 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

JAKARTA–Kurang dari dua pekan hari pemungutan suara, persiapan Pemilu 2024 terus berjalan. Begitu pula persiapan pengamanan yang melibatkan TNI dan Polri. Kemarin (1/2) Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin apel pengamanan menjelang pemilu di Pangkalan Udara (Lanud) TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Apel juga diikuti jajarannya di daerah secara virtual. Dengan mengerahkan 446.219 prajurit, Agus memastikan seluruh jajarannya siap dan bakal total membantu Polri dalam tugas pengamanan puncak pesta demokrasi pada 14 Februari. ”Kami mengecek kesiapan prajurit. Tentunya didukung perlengkapan yang memadai,” katanya saat memeriksa ribuan prajurit TNI. Dia menyebut, persiapan pengamanan pemilu dilakukan sejak jauh hari. Koordinasi dengan Polri juga terus-menerus dijalin. Termasuk terkait dengan rencana kontinjensi.

 

Agus menjelaskan, rencana kontingensi dibuat di semua level. Khususnya di jajaran komando utama (kotama). ”Pangkotama atau Pangdam itu memiliki rencana kontingensi. Ada faktor alam dan non-alam yang harus dihadapi,” jelas mantan kepala staf TNI Angkatan Darat (KSAD) tersebut. Khusus faktor non-alam, Agus menyebut, beberapa persoalan seperti kerawanan konflik sosial.

Soal netralitas TNI, Agus kembali menegaskan komitmen instansinya. TNI diatur undang-undang (UU) yang sudah jelas melarang keterlibatan prajurit aktif dalam aktivitas politik. Demikian pula aturan lainnya terkait pemilu. ”Kami ikuti saja koridor seperti itu. Dan, yang paling penting dalam pelaksanaan pemilu, KPU, Bawaslu, dan seluruh elemen masyarakat mengawasi,” bebernya.

Lebih lanjut, Agus menyatakan, pihaknya juga memeriksa ulang perbantuan proses distribusi logistik pemilu. Terutama ke daerah-daerah yang sulit diakses seperti lokasi yang terdampak bencana. ”Kemarin ada masalah di Papua, saat pendistribusian logistik pemilu, terjadi longsor, sehingga dibantu pasukan TNI,” terang dia.

Komisioner KPU Yulianto Sudrajat menyatakan, logistik Pemilu 2024 sudah selesai diproduksi. Saat ini logistik sudah berada di tingkat KPU kabupaten/kota untuk menuntaskan packing atau pengepakan sebelum dikirimkan ke kecamatan. Rata-rata progres packing sudah mencapai 65–95 persen. ”Tiap daerah berbeda-beda,” ujarnya di kantor DKPP Jakarta kemarin.

Untuk distribusi ke kecamatan, pihaknya menyerahkan penentuan jadwal kepada setiap KPU daerah. Yang jelas, pihaknya sudah memberikan arahan untuk mengutamakan kecamatan-kecamatan yang memiliki kondisi geografis jauh dan sulit diakses. Dia memprediksi, pada H-7 atau H-8, barang-barang mulai bergerak.

Ditanya soal kendala, pria yang akrab disapa Drajat itu mengakui bahwa aspek cuaca menjadi tantangan. Sebab, mayoritas daerah memasuki musim hujan. ”Ada ombak yang tinggi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasinya, KPU meminta bantuan TNI dan Polri. Beberapa tempat membutuhkan dukungan fasilitas TNI, khususnya untuk distribusi perairan.

KPU juga telah meminta jajaran melakukan packing tambahan untuk melindungi logistik dari potensi air. Caranya, membungkusnya dengan plastik. Selama proses distribusi, KPU memberikan ruang kepada Bawaslu dan masyarakat sipil untuk melakukan pengawasan. Semua proses distribusi mendapat kawalan aparat kepolisian. (jpg/riz/k16

Editor : Indra Zakaria
#pemilu