Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sudah Diingatkan Berkali-Kali, PKL di Samarinda Ditertibkan, Malah Mucil dan Melawan

Redaksi Prokal • Kamis, 16 Oktober 2025 - 17:56 WIB
Tim Satpol PP melakukan penertiban, sejumlah pedagang terpaksa diamankan karena coba melawan. (kis)
Tim Satpol PP melakukan penertiban, sejumlah pedagang terpaksa diamankan karena coba melawan. (kis)

SUNGAI KUNJANG – Upaya penegakan ketertiban umum di Kota Samarinda kembali berujung ricuh. Aksi penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan depan Islamic Center dan eks Pasar Wisma Citra, Jalan KH Samanhudi, pada Selasa (14/10/2025) sore, diwarnai ketegangan antara petugas dan sejumlah pedagang yang lapaknya dibongkar.

Beberapa pedagang tampak emosional, bahkan ada yang mencoba menghalangi petugas serta melempar barang dagangan ke jalan. Lapak-lapak yang menjadi sasaran penertiban meliputi penjual es cendol, tahu, pentol, dan opak yang diketahui berulang kali melanggar aturan.

Sudah Ada Peringatan Berulang Kali

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, menegaskan bahwa tindakan tegas ini telah didahului oleh serangkaian peringatan, baik secara lisan maupun tertulis, yang sayangnya terus diabaikan oleh para pedagang.

“Anggota kami sudah bersabar. Tapi kalau aturan terus dilanggar, bagaimana kami bisa menjaga ketertiban umum?” ujar Anis.

Menurutnya, kawasan tersebut memang menjadi sorotan utama karena sering menimbulkan kemacetan dan banyak keluhan dari masyarakat. Petugas di lapangan bahkan beberapa kali menghadapi ancaman dari oknum pedagang yang tidak kooperatif.

Untuk menghindari benturan yang lebih besar, operasi penertiban kali ini digelar secara kolaboratif. Satpol PP Kota Samarinda melibatkan Satpol PP Provinsi Kaltim, TNI, dan Polri dalam pengamanan.

Sejumlah pedagang yang menolak ditertibkan akhirnya diamankan petugas gabungan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Ini bukan tindakan represif, tapi penegakan aturan. Kami sudah berikan kesempatan berkali-kali, tapi selalu diabaikan,” jelas Anis. Anis menambahkan, penertiban ini bukan bentuk keberpihakan pada kelompok tertentu, melainkan demi menciptakan ketertiban bagi seluruh warga kota.

“Kami tidak anti terhadap rakyat kecil. Tapi semua harus tertib agar kota ini nyaman bagi semua,” tegasnya. Diharapkan, langkah tegas ini dapat memberikan efek jera bagi pelanggar. Anis Siswantini menyatakan setelah ini pihaknya akan memperkuat patroli dan monitoring 24 jam di titik-titik rawan PKL liar demi menjaga wajah Kota Samarinda agar lebih rapi dan tertib. (*)

Editor : Indra Zakaria