MILAN – Momo dan Edin. Begitulah Edin Dzeko dan Mohamed Salah saling memanggil ketika masih membela AS Roma. Keduanya mengisi lini serang Giallorossi selama dua musim (2015–2016 dan 2016–2017). Dini hari nanti (17/2) Momo dan Edin bisa saling memanggil lagi, tetapi bukan dalam tim yang sama.
Sebab, Dzeko telah menjadi bagian dari Inter Milan yang akan menghadapi klub Salah, Liverpool FC (LFC), dalam first leg 16 besar Liga Champions di Stadio Giuseppe Meazza (siaran langsung SCTV/Champions TV 1/Vidio pukul 03.00 WIB).
Dzeko dan Salah sebenarnya pernah berhadapan sebagai lawan. Yaitu, dalam semifinal Liga Champions 2017–2018 atau musim pertama setelah mereka berpisah. Dzeko masih membela AS Roma, sedangkan Salah telah menyeberang ke LFC.
Dalam pertemuan tersebut, Dzeko dan Salah sama-sama menyumbangkan 2 gol bagi klub masing-masing. Bukan hanya itu, Edin menyuplai 1 umpan gol dan Salah 2 umpan gol.
Mantan kapten AS Roma Francesco Totti yang pernah menjadi saksi koneksi apik mereka pun tidak sabar melihat pertemuan Edin dan Momo. ”Secara individu, mereka sama-sama kuat. Ketika bersama, mereka adalah pasangan yang tangguh,” kenang Totti kepada La Gazzetta dello Sport.
Di balik kesuksesan Dzeko memenangkan gelar Capocannoniere Serie A 2016–2017, ada peran Salah. ”Karena umpan-umpan gol Momo, Edin bisa menciptakan banyak gol,” lanjut Totti.
Dini hari nanti Totti memastikan tidak melewatkan laga dari tribun Stadio Giuseppe Meazza. ”Aku tidak melebih-lebihkan, tetapi aku yakin melihat mereka saling berhadapan akan menjadi sebuah tontonan menarik,” kata pencetak gol tertua di Liga Champions (38 tahun 59 hari) tersebut.
Di Liga Champions musim ini, Dzeko dengan koleksi 3 gol selama fase grup memang kalah produktif dengan capaian Salah (7 gol). Tapi, di Appiano Gentile (lokasi markas latihan Inter) tadi malam, allenatore Inter Simone Inzaghi menyatakan bahwa sosok Dzeko tidak bisa dinilai sekadar dari jumlah gol.
Menurut Simo, sapaan akrab Simone Inzaghi, Dzeko yang sudah berusia 35 tahun merupakan striker di skuad Inter saat ini yang penampilannya konsisten. Justru striker yang lebih muda seperti Lautaro Martinez (24 tahun) kerap tampil angin-anginan. Ada kemungkinan Lautaro ditepikan ke bangku cadangan gara-gara penampilan buruk dalam dua laga terakhir Inter di Serie A.
”Ini akan menjadi laga besar bagi kami, bagi seluruh pemain kami, sehingga menuntut kami untuk memberikan penampilan tanpa cela,” tutur Simo seperti dilansir Sempre Inter.
Seiring fase gugur Liga Champions musim ini tidak lagi memperhitungkan aturan gol tandang, setiap leg sangat menentukan. Hal itulah yang membuat tactician LFC Juergen Klopp tetap menekankan pentingnya Jordan Henderson dkk bermain normal meski dalam laga tandang.
”Kami telah bermain di stadion ini sebelumnya (menghadapi AC Milan di fase grup, 8/12/2021, Red) dan meregangkan sedikit kaki akan membuat lawan menekan kami,” beber Klopp. AC Milan memang berhasil unggul dulu, tetapi LFC kemudian membalikkan keadaan untuk menang 2-1. (ren/c19/dns)
Line up ----
Inter Milan (3-5-2): 1-Handanovic (g/c); 37-Skriniar, 6-De Vrij, 95-Bastoni; 2-Dumfries, 22-Vidal, 77-Brozovic, 20-Calhanoglu, 14-Perisic; 9-Dzeko, 10-Lautaro
Pelatih: Simone Inzaghi
Jersey pemain: Biru-hitam
Jersey kiper: Hitam
Liverpool FC (4-3-3): 1-Alisson (g); 66-Alexander-Arnold, 32-Matip, 4-Van Dijk, 26-Robertson; 14-Henderson (c), 3-Fabinho, 6-Thiago; 11-Salah, 20-Jota, 10-Mane
Pelatih: Juergen Klopp
Jersey pemain: Merah
Jersey kiper: Kuning
Wasit: Szymon Marciniak (Polandia)
Stadio Giuseppe Meazza, Milan
Siaran Langsung: SCTV/Champions TV 1/Vidio pukul 03.00 WIB
Asian Handicap ½:0
----------------
GRAFIS
PERFORMA
DARI FASE GRUP
KE FASE GUGUR
Inter Milan
Menang 8
Seri 2
Kalah 1
Liverpool FC
Menang 10
Seri 3
Kalah 1
Editor : izak-Indra Zakaria