BALIKPAPAN-Dewan Perwakilan Pusat Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (DPP ASPPHAMI) siap berperan dalam penanganan rayap, vektor dan binatang pengganggu pada gedung dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu disampaikan Ketua DPP ASPPHAMI Muallif ZA kepada wartawan di sela Workshop Eksklusif di Balikpapan, Selasa (19/12) pagi.
Muallif mengatakan IKN, yang didalamnya ada bangunan dan ada akrifitas perkantoran mesti nyaman dan aman dari serangan rayap, vektor hingga binatang pengganggu.
“Melalui workshop ini diharapkan lebih masih penyampainnya dan lebih maksimal implementasinya (penanganan rayap),” kata Muallif.
Dia menambahkan, upaya penanganan rayap sejatinya sudah memiki regulasi. Kolaborasi dengan OIKN dan kementerian teknis juga sudah dimulai sejak awal pembangunan agar bangunan tidak diserang rayap.
“Kemudian pada saat bangunan sudah jadi nanti akan ada maintenance dengan pengendalian vektor, sehingga tidak ada tikus, kecoa, nyamuk hingga gangguan lainnya,” kata Muallif.
Mualif mengatakan, yang paling diantisipasi setelah bangunan berdiri dan digunakan adalah adanya gangguan nyamuk baik DBD maupun malaria, tikus hingga kecoa. Untuk saat ini, perlakuan antirayap sudah dilakukan untuk bangunan di IKN.
“Jadi nanti untuk pengendalian vektor itu ada yang menggunakan bahan kimia tertentu, pengondisian lingkungan hingga perlakuan tertentu sehingga vektor terkendali,” katanya.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito mengapresiasi peran ASPPHAMI. Dia menilai, keberadaan rayap, vektor hingga binatang pembawa penyakit memang perlu mendapat perhatian khusus.
“Kalau rayap dapat dikendalikan nanti waktu paruh gedung, jembatan dan bangunan lain bisa sesuai harapan. Nah, jika tidak diperdulikan nanti tentu saja akan memperpendek umut bangunan,” kata Suwito.
Visi pemerintah untuk mewujudkan kota yang layak huni dan kota yang dicintai, IKN diharapkan aman dari vektor maupun serangga pembawa penyakit.
“Dengan lingkungan yang aman masyarakat akan terjaga dari penyakit yang ditularkan oleh serangga pembawa penyakit ini. Itu output yang kami harapkan dari workshop ini,” kata Suwito.
Ke depan Otorita IKN juga akan melibatkan pest control untuk mengamankan wilayah IKN dari vektor dan binatang pembawa penyakit.
“Sehingga kami memang perlu dukungan dari pelaku usaha dalam bidang pest control ini,” kata dia.
Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Desiderius Viby Indrayana menambahkan kawasan di mana IKN berdiri saat ini merupakan kawasan yang dulunya hutan industri sehingga memang rawan terjadi gangguan rayap dan vektor.
Penanganan rayap dan vektor ini, kata dia tak bisa dilakukan secara sporadis. Mesti punya sistem yang terintegrasi untuk menangani persoalan ini.
“Kalau kita secara sporadis, misalnya dengan bahan kimia berlebih tentu ada kekhawatiran akan merusak ekosistem. Makanya perlu ada sistem, ini yang nanti mungkin akan kita bahas lebih mendalam dengan ASPPHAMI maupun PEKI (Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia),” jelas dia.
Diteruskan Direktur Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN Silveria Octaviana Bailia masalah rayap dan vektor memang menjadi perhatian dari Otorita IKN.
“Sehingga penghuni dan pekerja bisa merasa aman dan nyaman dari gangguan vektor” kata dia.
Wakil Ketua PEKI Dian Sapta Rahayu menyebut faktor resiko vektor di IKN memang cukup tinggi.
“Tapi apakah berbahaya atau tidak tentu harus diteliti lagi,” kata dia.
Country Head Indonesia Legal entity, PT Discovery Environmental Science Indonesia (Envu) Vivek Sharma mengaku terbuka untuk menyediakan solusi pengendalian hama rayap, vektor maupun binatang pengganggu lainnya.
“Kami siap bekerjasama untuk mewujudkan IKN sebagai kota yang bebas dari rayap, vektor dan binatang pengganggu lainnya,” katanya.
Sejumlah produk juga dimiliki oleh perusahaan ini untuk mengendalikan rayap, pengendalian nyamuk dan pengendalian serangga lain. (hul)
Editor : izak-Indra Zakaria