TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau terus berkomitmen memajukan destinasi wisata di tingkat kampung meskipun harus berhadapan dengan tantangan keterbatasan anggaran. Menyesuaikan dengan hasil evaluasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah, pihak dinas kini tengah menyusun ulang program kerja agar setiap rupiah yang dialokasikan dapat memberikan dampak maksimal bagi pengembangan pariwisata daerah.
Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah wisata jembatan alam di Kampung Tabalar Ulu. Situs unik yang terbentuk secara alami ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai titik singgah bagi wisatawan yang menuju wilayah pesisir. Mengingat idealnya perjalanan wisata memerlukan tempat persinggahan setiap dua jam, Tabalar Ulu diproyeksikan menjadi lokasi strategis yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.
Selain Tabalar Ulu, usulan pengembangan juga datang dari berbagai wilayah lain seperti Teluk Sumbang dan Teluk Sulaiman yang kaya akan potensi alam. Di Kampung Biatan Bapinang, pengembangan kawasan Air Panas Asin Pemapak masih terus berlanjut dengan fokus utama pada penyediaan fasilitas parkir yang selama ini menjadi keluhan pengunjung. Begitu pula dengan penambahan fasilitas penunjang di dermaga Maratua dan peningkatan infrastruktur di Kampung Buyung-Buyung.
Dinas Pariwisata menekankan bahwa pembangunan tidak boleh terhenti meski anggaran mengalami penurunan. Fokus pengembangan saat ini diarahkan pada kampung yang dinilai sudah siap secara kelembagaan dan memiliki tingkat kunjungan tinggi, seperti kawasan Pulau Derawan yang kerap mengalami lonjakan tamu hingga penginapan penuh. Di sisi lain, peningkatan jalur pendakian di Kampung Merabu serta dukungan terhadap agenda budaya seperti Meja Panjang di Kampung Merasa juga tetap menjadi agenda yang diperhatikan.
Mengingat banyaknya aspirasi dari berbagai kampung yang tidak mungkin dipenuhi secara bersamaan, pemerintah daerah kini membuka ruang bagi pihak ketiga untuk turut berkontribusi. Sinergi antara pemerintah, masyarakat kampung, dan sektor swasta diharapkan menjadi solusi jitu untuk membangun infrastruktur pariwisata yang representatif sehingga daya tarik wisata Berau tetap kompetitif di mata dunia.(*)
Editor : Indra Zakaria