Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

DJP Kaltimtara Bidik Target Pajak Rp31 Triliun, IKN Jadi Harapan Baru Penerimaan Negara

Redaksi Prokal • Jumat, 17 April 2026 | 09:30 WIB
Kunjungan manajemen Kaltim Post ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara di Ringroad, Gunung Bahagia Balikpapan, Kamis (16/4) (Foto: Ulil Muawanah/KP)
Kunjungan manajemen Kaltim Post ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara di Ringroad, Gunung Bahagia Balikpapan, Kamis (16/4) (Foto: Ulil Muawanah/KP)

 
BALIKPAPAN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara menetapkan target penerimaan pajak yang ambisius sebesar Rp31 triliun untuk tahun 2026. Pihak otoritas pajak menaruh optimisme besar bahwa geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi motor utama dalam memperluas basis pajak dan menggerakkan roda ekonomi di wilayah penyangga.

Kepala Kanwil DJP Kaltimtara, Dr. Paryan, mengungkapkan bahwa kehadiran proyek strategis nasional tersebut membawa peluang besar bagi penambahan jumlah wajib pajak baru. Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan manajemen media di kantornya, Kamis (16/4/2026). “Dengan adanya IKN, kami berharap aktivitas ekonomi meningkat. Ini tentu akan berdampak pada bertambahnya jumlah wajib pajak dan penerimaan negara,” ujar Paryan.

Meskipun memasang target tinggi, Paryan mengakui bahwa realisasi penerimaan pada awal tahun ini masih berada di angka 12 persen. Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian kondisi global menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi sektor sumber daya alam yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan pajak di Kaltimtara. “Kondisi global memang masih menjadi tantangan, terutama bagi sektor unggulan seperti sumber daya alam. Namun kami tetap optimistis target dapat dikejar,” jelasnya.

Strategi penggalian potensi pajak saat ini mulai difokuskan pada rantai pasok pembangunan IKN di Penajam Paser Utara. Paryan melihat banyaknya kontraktor dan penyedia barang yang terlibat dalam proyek ibu kota baru tersebut sebagai objek pajak potensial yang harus dioptimalkan. “Tim kami terus melakukan penggalian potensi, termasuk dari kontraktor dan rantai pasok yang terlibat dalam pembangunan IKN. Ini peluang besar ke depan,” tambahnya.

Selain menyasar sektor-sektor baru, DJP Kaltimtara juga terus memperkuat pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak yang sudah ada. Paryan menekankan bahwa edukasi masyarakat adalah kunci penting, sehingga peran media sangat dibutuhkan sebagai mitra strategis pemerintah. “Kami berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat, sehingga kesadaran pajak semakin meningkat,” tuturnya.

Kaltimtara saat ini memegang predikat sebagai wilayah dengan target penerimaan pajak tertinggi di luar Pulau Jawa. Hal ini menegaskan posisi strategis kawasan tersebut dalam menopang keuangan negara. “Ya, Kaltimtara merupakan wilayah di luar Jawa dengan target penerimaan pajak tertinggi,” pungkas Paryan menutup pembicaraan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#DJP Kaltimtara