SEVILLA – Stadion De la Cartuja kembali menjadi saksi bisu keajaiban bagi Real Sociedad. Meski datang dengan status bukan unggulan, tim besutan Imanol Alguacil ini sukses menumbangkan raksasa Madrid, Atletico Los Rojiblancos, dalam partai final Copa del Rey yang penuh drama pada Minggu dini hari. Kemenangan 4-3 lewat adu penalti diraih setelah kedua tim bermain sama kuat 2-2 hingga babak tambahan waktu berakhir.
Pertandingan dimulai dengan kejutan yang menghentak publik Sevilla. Belum sempat pemain Atletico menyentuh bola, gawang Juan Musso sudah bergetar di detik ke-14. Berawal dari umpan panjang akurat Goncalo Guedes, Ander Barrenetxea menyambut bola dengan sundulan mematikan. Gol ini resmi tercatat sebagai gol tercepat dalam sejarah Copa del Rey, memecahkan rekor abadi Manuel Badenes yang telah bertahan sejak tahun 1957.
Atletico yang lebih difavoritkan sebenarnya memberikan respons cepat. Pada menit ke-19, kerja sama apik Antoine Griezmann berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Ademola Lookman untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, petaka menghampiri Atletico di penghujung babak pertama saat Juan Musso melakukan pelanggaran keras terhadap Guedes di kotak terlarang. Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang, membawa La Real unggul 2-1 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, skuat asuhan Diego Simeone tampil habis-habisan. Intensitas serangan yang tinggi akhirnya membuahkan hasil lewat sontekan Julian Alvarez yang menyelamatkan muka Atletico dan memaksa laga berlanjut hingga adu penalti.
Nasib sial justru menimpa dua bomber andalan Atletico di babak tos-tosan. Julian Alvarez dan Alexander Sorloth gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Di sisi lain, kiper Sociedad Unai Marrero tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan dua tendangan penalti lawan. Real Sociedad pun memastikan diri meraih trofi Copa del Rey keempat mereka, mengulang memori indah di stadion yang sama saat mereka juara di tahun 2020 silam.
"Ini adalah momen yang kami impikan. Sejak awal kami percaya bahwa kerja keras dan kolektivitas tim bisa mengalahkan kemewahan skuat lawan," ujar Unai Marrero dengan penuh emosi usai laga. Sementara itu, kapten Atletico Koke tak mampu menutupi kekecewaannya, mengakui bahwa kegagalan memanfaatkan peluang di menit-menit akhir waktu normal menjadi penyesalan terbesar timnya. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Real Sociedad sebagai tim spesialis turnamen yang mampu menjungkirbalikkan segala prediksi di atas kertas. (*)
Editor : Indra Zakaria