Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Efek Domino Operasi Absolute Resolve: Trump Bidik Lima Negara Setelah Gulingkan Maduro

Redaksi Prokal • 2026-01-08 09:04:39
Donald Trump
Donald Trump

NEW YORK – Panggung politik luar negeri Amerika Serikat kembali berguncang hebat di awal tahun 2026. Keberhasilan Operasi Absolute Resolve yang melengserkan Nicolas Maduro dari kekuasaan di Venezuela tampaknya tidak menyurutkan ambisi Presiden Donald Trump. Sebaliknya, pasca-tampilnya Maduro di pengadilan New York, Trump secara terbuka memberikan sinyal ancaman dan intervensi terhadap lima wilayah strategis lainnya: Greenland, Iran, Kuba, Kolombia, dan Meksiko.

Langkah ini mempertegas kembalinya doktrin agresif America First yang menempatkan Washington sebagai "polisi dunia" versi baru. Dunia kini bertanya-tanya, sejauh mana Trump akan membawa kekuatan militer dan tekanan ekstrimnya dalam mengejar kepentingan nasional AS.

Strategi Arktik: Obsesi terhadap Greenland

Greenland kembali masuk ke radar utama Gedung Putih bukan hanya soal wilayah, melainkan kebutuhan militer dan ekonomi. Trump menilai Denmark—sekutu NATO-nya sendiri—tidak cukup kuat menjaga pulau tersebut dari pengaruh Rusia dan Tiongkok.

Pangkalan militer Pituffik Base kini direncanakan akan diperkuat untuk menghadapi ancaman rudal hipersonik. Selain itu, "harta karun" berupa logam tanah jarang (rare earth elements) dan litium yang tersimpan di balik es Greenland menjadi magnet ekonomi yang dipandang Trump sebagai peluang investasi besar bagi Amerika Serikat.

Tekanan Terhadap Rezim Kuba dan Iran

Kejatuhan Maduro di Venezuela memberikan pukulan telak bagi ekonomi Kuba. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, bahkan secara terang-terangan memberikan peringatan keras kepada pemerintahan di Havana untuk merasa khawatir.

Sementara itu, Iran tetap menjadi target dengan risiko konflik tertinggi. Setelah sebelumnya Washington menyerang fasilitas nuklir Teheran, kemungkinan eskalasi militer skala besar yang melibatkan Israel diprediksi akan memicu perang yang menyerupai Perang Teluk.

Front Narkotika: Kolombia dan Meksiko

Di belahan bumi Barat, Trump menggunakan isu narkotika sebagai alat penekan utama. Terhadap Kolombia, Trump tidak segan-segan menghina Presiden Gustavo Petro dan memberikan sinyal "lampu hijau" untuk aksi pasukan khusus menyasar fasilitas produksi kokain.

Meksiko juga menghadapi tekanan serupa. Masalah migrasi dan perdagangan narkoba membuat Trump mendesak Presiden Claudia Sheinbaum untuk menerima bantuan militer AS secara paksa. Analis menilai, intervensi di Meksiko mungkin lebih bersifat operasi terbatas, namun tetap krusial bagi konsumsi politik domestik Trump guna menunjukkan ketegasan di wilayah perbatasan.

Langkah-langkah provokatif ini telah memicu reaksi keras dari para pemimpin dunia. Di Asia Timur, Kim Jong Un dilaporkan telah memberikan pesan tersirat melalui uji rudal hipersonik Korea Utara sebagai bentuk respons atas agresivitas AS yang dianggap telah melampaui batas kedaulatan negara-negara berkembang. (*)

Editor : Indra Zakaria