Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hubungan AS-Italia Memanas: Trump Ancam Cabut Dukungan Pertahanan Gara-Gara Konflik Iran dan Vatikan

Redaksi Prokal • Jumat, 17 April 2026 | 09:14 WIB
Trump dan Paus Leo XIV
Trump dan Paus Leo XIV

ROMA – Aliansi tradisional antara Amerika Serikat dan Italia kini berada di titik nadir setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbuka untuk tidak lagi membela Italia. Perselisihan ini dipicu oleh perbedaan sikap yang tajam terkait perang melawan Iran serta kritik keras Trump terhadap pemimpin umat Katolik dunia, Paus Leo XIV.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan lagi memprioritaskan keamanan Italia jika negara tersebut tidak sejalan dengan kepentingan Amerika. "Italia tidak ada untuk kita, kita tidak akan ada untuk mereka!," tulis Trump dalam unggahannya yang dikutip pada Jumat (17/4/2026).

Ketegangan ini mengejutkan banyak pihak mengingat Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat Trump. Namun, hubungan keduanya retak setelah Meloni secara vokal menyebut serangan Trump terhadap Paus Leo XIV tidak dapat diterima. Menanggapi pembelaan Meloni terhadap Vatikan, Trump balik mengecam dengan menyebut sikap Italia sangat berbahaya. "Dia tidak dapat diterima karena dia tidak keberatan bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan akan meledakkan Italia dalam dua menit jika mereka memiliki kesempatan," cetus Trump.

Paus Leo XIV sendiri diketahui telah berulang kali menyuarakan solidaritas bagi warga Palestina di Gaza dan menentang operasi militer AS-Israel terhadap Iran. Hal inilah yang memicu amarah Trump hingga ia memberikan pesan tegas kepada otoritas Vatikan. “Tolong beri tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran memiliki bom nuklir sama sekali tidak dapat diterima,” tegas Trump.

Di dalam negeri Italia, pernyataan Trump tersebut memicu gelombang persatuan nasional yang jarang terjadi. Tokoh oposisi seperti Elly Schlein, Sekretaris Partai Demokrat, menegaskan bahwa ancaman terhadap pemerintah Italia adalah serangan terhadap seluruh rakyat. "Kita adalah lawan di ruangan ini, tetapi kita semua adalah warga negara Italia dan kita tidak akan menerima serangan atau ancaman terhadap pemerintah dan negara kita," kata Schlein dalam sebuah pernyataan keras.

Meskipun Paus Leo XIV merupakan warga negara Amerika, keberadaan Vatikan sebagai pusat spiritual di jantung Kota Roma membuat rakyat Italia menganggap kritik Trump sebagai penghinaan terhadap identitas nasional mereka. Situasi ini menempatkan Italia pada posisi sulit di dalam keanggotaan NATO, di mana ketergantungan pertahanan pada AS kini dibayangi oleh krisis diplomatik dan ideologi yang mendalam.(*)

Editor : Indra Zakaria
#Paus Leo XIV #donald trump