Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Populasi Kucing di Banjarbaru Semakin Meningkat, Begini Cara Mengontrolnya

Sheilla Farazela • 2024-05-06 13:00:00
CEGAH OVERPOPULASI: Seekor kucing jantan menjalani proses sterilisasi di Aula Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Minggu (5/52024).(Foto: Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
CEGAH OVERPOPULASI: Seekor kucing jantan menjalani proses sterilisasi di Aula Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Minggu (5/52024).(Foto: Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

 

Keberadaan kucing liar yang overpopulasi kerap dianggap sebagai hama dan menimbulkan masalah baru di lingkungan sekitar. Populasi kucing liar yang saban hari tambah banyak, membuat para kucing ini harus bersaing setiap hari dengan kucing lainnya. Mereka saling berebut makanan, daerah kekuasaan, hingga pasangan. 

Belum lagi banyak kasus kucing liar yang sering tertabrak kendaraan bermotor di jalanan. Guna mengontrol populasi kucing yang berlebihan, Sahabat Kucing Jalanan (SKJ) Banjarmasin memberikan sterilisasi gratis kepada ratusan kucing jantan di Banjarbaru.

"Tujuannya tak lain adalah untuk menekan angka populasi dan mensejahterakan kucing-kucing yang kebanyakan orang menganggapnya sebagai hama," ucap Founder SKJ, Diah Sari kepada Radar Banjarmasin. Dengan adanya sterilisasi pada kucing ini, ujar Diah dapat memberikan manfaat kesehatan bagi kucing itu sendiri.

Yakni, dengan mengangkat organ reproduksi kucing, yaitu ovarium dan rahim pada kucing betina dan testis pada kucing jantan. "Bagi saya pribadi, kucing bukanlah hama, karena kalau kucing dimusnahkan akan menimbulkan dampak lain yang dapat memutus mata rantai makanan," sebutnya. 

"Misalnya, tikus yang makin banyak," sambungnya. Daripada memusnahkan kucing, Diah merekomendasikan agar disterilkan. Sehingga kesehatan kucing semakin terjamin, salah satunya mencegah penyakit rabies. Sementara itu, Drh Giri Prakoso mengatakan dengan sterilisasi ini dapat mengurangi birahi kucing jantan agar tidak menghamili kucing betina.

"Kalau kucing jantan dikebiri, kita angkat testisnya dan itu akan mengurangi birahinya si jantan," sebutnya. "Sementara kalau betina perlu pembedahan, pengangkatan ovarium dan rahim, sehingga risiko yang muncul itu dapat lebih besar," jelasnya.Giri juga menyebut sebelum di sterilisasi, kucing harus dalam kondisi sehat dan puasa makan selama enam jam.

“Kecuali ada kondisi khusus, seperti terlalu kurus atau kucing pilek parah, maka bisa dibatalkan sterilisasinya,” ucapnya.Proses sterilisasi kucing cukup singkat, hanya sekitar 5-10 menit.

Sebelum disterilisasi, kucing dibius terlebih dahulu, lalu prosedur operasi dilakukan.“Untuk mencegah infeksi juga bisa memakai salep antibiotik,” sebut Giri.

 

Dengan sterilisasi ini, dapat mencegah penyakit Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD), Kristaluria,  bahkan mencegah penyakit rabies pada kucing.“Karena ketika dikebiri ini birahi berkurang, jadi tidak ada perkelahian saat musim kucing,” tutupnya. (*)

 
 
 
Editor : Indra Zakaria