Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjir Kabupaten Banjar Meluas: Meski Jumlah Desa Berkurang, Pengungsi Melonjak Dua Kali Lipat

Redaksi Prokal • 2026-01-01 11:00:05
Petugas DPKP Kabupaten Banjar mengevakuasi Lansia yang terjebak banjir di Desa Dala Pagar Ilit, Martapura Timur, Selasa (30/12). (DPKP Banjar)
Petugas DPKP Kabupaten Banjar mengevakuasi Lansia yang terjebak banjir di Desa Dala Pagar Ilit, Martapura Timur, Selasa (30/12). (DPKP Banjar)

 

MARTAPURA – Memasuki awal tahun 2026, kondisi banjir di Kabupaten Banjar menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan. Meski secara administratif jumlah desa yang terendam mengalami penurunan, namun fakta di lapangan menunjukkan dampak yang jauh lebih berat bagi warga. Data terbaru mengungkapkan adanya lonjakan tajam pada jumlah pengungsi dan warga terdampak hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, memberikan atensi khusus terhadap anomali data ini. Ia menjelaskan bahwa pada Selasa, 30 Desember 2025, tercatat banjir melanda 152 desa/kelurahan di 10 kecamatan. Namun, sehari berselang pada Rabu, 31 Desember 2025, jumlah tersebut menyusut menjadi 137 desa. Meski cakupan wilayah mengecil, tingkat keparahan banjir di pemukiman warga justru meningkat drastis.

“Meski secara jumlah desa terjadi penurunan, dampak terhadap masyarakat justru bertambah signifikan,” ujar Yudi Andrea saat memberikan keterangan pada Kamis (1/1/2026) pagi.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar, lonjakan dampak ini terlihat nyata dari jumlah rumah yang terendam. Jika sebelumnya tercatat 5.129 unit rumah terdampak, dalam sehari angka tersebut melesat menjadi 7.178 unit. Hal ini diikuti dengan bertambahnya jumlah warga terdampak dari 85.809 jiwa menjadi 91.790 jiwa, atau mengalami penambahan hampir 6 ribu jiwa dalam sehari.

Kondisi yang semakin sulit ini memaksa warga meninggalkan rumah mereka. Jumlah pengungsi di berbagai posko penampungan melonjak hingga hampir dua kali lipat, dari yang semula 2.169 jiwa kini menjadi 4.110 jiwa.

Pemerintah Kabupaten Banjar juga menaruh perhatian besar pada kelompok rentan yang terdampak luapan air. Tercatat, jumlah lansia yang terdampak kini mencapai 2.519 orang, meningkat dari sebelumnya 1.660 orang. Begitu pula dengan kelompok anak-anak dan balita yang jumlahnya kini mencapai lebih dari 2.700 jiwa. Sementara itu, kelompok ibu hamil juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 233 orang, diikuti kenaikan jumlah bayi dan penyandang disabilitas yang ikut terdampak.

Yudi menegaskan bahwa data-data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi di lapangan, terutama di wilayah-wilayah sepanjang bantaran Sungai Martapura di mana genangan air masih bertahan tinggi. Koordinasi intensif antara BPBD dan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas tertinggi.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat, dan hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjar. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Masyarakat yang berada di wilayah rawan pun diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan serta segera menghubungi kanal resmi pemerintah jika membutuhkan bantuan darurat atau evakuasi medis. (*)

 

Editor : Indra Zakaria