Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Volume Sampah di Banjarbaru Melonjak Signifikan Pasca Momen 5 Rajab Sekumpul

Redaksi Prokal • 2026-01-02 11:45:00
Ilusrtrasi tumpukan sampah di TPA regional. (Sheilla/Radar Banjarmasin)
Ilusrtrasi tumpukan sampah di TPA regional. (Sheilla/Radar Banjarmasin)

BANJARBARU – Pelaksanaan kegiatan rutin Momen 5 Rajab Sekumpul berdampak langsung pada beban kerja pengelolaan kebersihan di Kota Banjarbaru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat adanya peningkatan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Kupang selama periode kegiatan tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarbaru, Sirajoni, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru, mengungkapkan bahwa lonjakan mulai terasa sejak dua hari sebelum acara puncak. Pada periode tersebut, rata-rata sampah yang masuk mencapai 200 ton per hari, meningkat sekitar 35 ton dari volume normal harian yang biasanya hanya berada di angka 165 ton.

“Kenaikan terus berlanjut hingga dua hari setelah pelaksanaan kegiatan (H+2). Tercatat rata-rata sampah yang kami tangani mencapai 216 ton per hari. Artinya, ada selisih kenaikan hingga 51 ton dibandingkan hari-rata normal,” jelas Sirajoni saat memberikan konfirmasi pada Kamis (1/1/2026).

Lonjakan tahun ini dinilai cukup menantang lantaran jumlah jemaah yang hadir terpantau jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Sirajoni menyoroti munculnya titik-titik kumpul saf salat baru yang sebelumnya tidak terdata, termasuk di Lapangan dr Murdjani yang jemaahnya dilaporkan meluber hingga ke kawasan sekitarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, DLH Banjarbaru telah menyiagakan "Pasukan Oranye" yang didukung penuh oleh para relawan dari sejumlah pondok pesantren. Seluruh armada pengangkut sampah dikoordinasikan melalui posko kebersihan khusus yang dipusatkan di Pool Armada DLH, Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar.

Meski menghadapi penambahan volume yang signifikan, Sirajoni menegaskan bahwa personelnya relatif terbiasa menangani dinamika kegiatan keagamaan berskala besar. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh sisa sampah di titik-titik kepadatan jemaah segera terangkut agar kebersihan kota kembali normal.

Editor : Indra Zakaria