PARINGIN – Memasuki awal tahun 2026, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan masih berjuang menghadapi dampak banjir bandang dan luapan sungai. Data terbaru menunjukkan ribuan rumah terendam dan puluhan ribu jiwa terdampak di Kabupaten Balangan, Kabupaten Banjar, hingga Hulu Sungai Utara (HSU).
Di Kabupaten Balangan, tercatat sebanyak 4.156 unit rumah warga terdampak banjir yang tersebar di lima kecamatan. Musibah ini berdampak pada 4.185 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 13.531 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menjelaskan bahwa proses pembersihan pascabanjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi terus dikebut oleh petugas gabungan. "Proses pembersihan rumah warga dan fasilitas umum sudah mencapai hampir 80 persen. Kami upayakan sisa 20 persen diselesaikan segera agar aktivitas warga kembali normal," ujarnya, Kamis (1/1).
Meski pembersihan berjalan, ancaman banjir susulan masih mengintai. Sungai Balangan di wilayah Kecamatan Batumandi saat ini berstatus Siaga dengan ketinggian air mencapai 5,8 meter, jauh melampaui batas aman yang hanya 2,3 meter.
Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Banjar. Meski jumlah desa yang terendam sedikit menurun, jumlah warga yang terdampak justru melonjak signifikan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengungkapkan bahwa per 31 Desember 2025, rumah yang terdampak meningkat dari 5.129 unit menjadi 7.178 unit. "Dampak terhadap masyarakat bertambah luas, kini mencapai 33.676 KK dengan total 91.790 jiwa yang terdampak di 10 kecamatan," kata Yudi. Pemerintah daerah kini memperkuat mitigasi, terutama di sepanjang bantaran Sungai Martapura yang genangannya masih bertahan.
Sementara itu, Kota Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai terendam akibat air kiriman dari Sungai Balangan, Sungai Tabalong, dan Sungai Negara. Jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani serta kawasan pemukiman di Jalan Palampitan mulai tergenang air dengan ketinggian bervariasi.
Kepala Pelaksana BPBD HSU, Syamrani, melaporkan sebanyak 1.935 rumah di 47 desa/kelurahan telah terdampak. "Debit air masih terus meningkat akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari kabupaten tetangga. Kami mencatat ada 7.638 jiwa yang terdampak saat ini," jelasnya.
BPBD di ketiga wilayah tersebut meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat cuaca yang masih dinamis, potensi kenaikan muka air sungai secara tiba-tiba dapat kembali terjadi. Warga di daerah rawan diminta untuk mengamankan barang berharga dan memantau informasi resmi dari pemerintah setempat. (*)
Editor : Indra Zakaria