Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lumpuh Total! Terendam Banjir 2 Meter, 1.500 Hektare Sawah Terancam Puso, Ribuan Warga Desa Ini Terisolasi

Redaksi Prokal • 2026-01-03 12:15:00
Kondisi permukiman warga Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1–2 meter, Jumat (2/1/2026). (FADLAN ZAKIRI)
Kondisi permukiman warga Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1–2 meter, Jumat (2/1/2026). (FADLAN ZAKIRI)

MARTAPURA – Musibah banjir kembali melumpuhkan aktivitas masyarakat di Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Berdasarkan pantauan per Jumat (2/1/2026), air dengan ketinggian 100 hingga 200 sentimeter merendam hampir seluruh permukiman, memaksa denyut nadi perekonomian dan pendidikan di desa tersebut terhenti total.

Data kebencanaan mencatat dampak yang sangat luas, menyentuh sektor pemukiman, pendidikan, hingga fasilitas publik. Banjir kali ini berdampak langsung pada 625 rumah warga yang dihuni oleh 802 Kepala Keluarga (KK) dengan total 2.321 jiwa. Akses transportasi darat nyaris terputus total karena seluruh ruas jalan desa terendam air dengan kedalaman bervariasi antara 5 hingga 110 sentimeter.

Kondisi ini membuat warga kesulitan untuk melakukan mobilisasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan logistik harian. Dampak banjir tidak hanya menyasar tempat tinggal, tetapi juga sektor pendidikan. Tercatat ada 7 lembaga pendidikan yang terendam, mulai dari tingkat PAUD, TK Al-Qur’an, Sekolah Dasar (SD), Madrasah, hingga MTs. Akibatnya, proses belajar mengajar terpaksa ditiadakan sementara waktu.

Kerugian besar juga membayangi para petani. Sekitar 1.500 hektare lahan pertanian yang terdiri dari kebun dan sawah kini terendam air. Hal ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan lokal dan mata pencaharian warga desa yang mayoritas bergantung pada sektor agraris.

Selain rumah dan sawah, fasilitas ibadah dan infrastruktur desa mengalami dampak signifikan, misalnya 1 Masjid dan 7 Musala terendam, 1 unit Puskesdes terdampak. 17 jembatan desa ikut terdampak banjir. Meskipun sebagian besar wilayah terendam, Kantor Desa Lok Buntar dilaporkan masih dalam kondisi aman dari jangkauan air.

Perangkat Desa Lok Buntar, Imas, mengonfirmasi bahwa bantuan darurat dari Pemerintah Kabupaten Banjar telah mulai mengalir. Bantuan berupa mie instan dan air mineral diserahkan langsung oleh Bupati Banjar sebagai langkah awal penanganan.

“Alhamdulillah, sudah ada bantuan dari Pak Bupati berupa mie instan dan air mineral,” kata Imas, Jumat (2/1). Namun, di tengah kondisi darurat ini, terselip harapan warga akan kehadiran wakil rakyat mereka. Imas menyebutkan hingga kini warga belum melihat adanya anggota DPRD Kabupaten Banjar, khususnya dari daerah pemilihan (dapil) setempat, yang turun langsung untuk memantau kondisi atau menyerap aspirasi warga yang sedang tertimpa musibah. (*)

Editor : Indra Zakaria