Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

BMKG Kalsel Terbitkan Peringatan Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter, Nelayan dan Kapal Ferry Diminta Waspada

Redaksi Prokal • 2026-01-07 08:25:00
EKSTREM: Kondisi cuaca ekstrem di perairan Pulau Sembilan, Kotabaru yang dipantau dari darat. (Polsek Pulau Sembilan untuk Radar Banjarmasin)
EKSTREM: Kondisi cuaca ekstrem di perairan Pulau Sembilan, Kotabaru yang dipantau dari darat. (Polsek Pulau Sembilan untuk Radar Banjarmasin)

 

PROKAL.CO, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kenaikan gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan. Kondisi ini diprakirakan akan berlangsung pada periode 11 hingga 13 Januari 2026, dengan fokus area di perairan Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

Prakirawan BMKG Kalsel, Sekar Utami, menjelaskan bahwa peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh pola angin yang bertiup dari arah barat daya hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 5 sampai 35 kilometer per jam. Mengingat signifikansi ketinggian gelombang tersebut, pihak BMKG mengimbau operator perahu nelayan, kapal tongkang, hingga kapal ferry untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Berdasarkan prakiraan cuaca perairan yang mulai berlaku efektif pada Rabu (7/1) pagi, kondisi laut di Kalimantan Selatan secara umum akan didominasi cuaca berawan hingga hujan. Potensi hujan disertai petir diprediksi bakal terjadi terutama pada malam hari di perairan Tanah Laut dengan kecepatan angin mencapai 12 knot. Sementara itu, perairan Kotabaru dan Tanah Bumbu juga berpotensi mengalami hujan petir sejak pagi hingga malam hari dengan suhu udara berkisar antara 25 hingga 27 derajat Celsius.

Untuk wilayah perairan Banjarmasin, kondisi cuaca diprediksi relatif lebih tenang dengan tinggi gelombang yang cenderung rendah, yakni di kisaran 0,1 hingga 0,5 meter. Meski demikian, potensi hujan petir tetap mengintai pada malam hari. Kelembapan udara di seluruh wilayah perairan Kalimantan Selatan tercatat cukup tinggi, mencapai angka 80 hingga 93 persen, yang menandakan potensi pertumbuhan awan hujan masih sangat besar.

BMKG menegaskan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama bagi seluruh pelaku aktivitas kelautan dan masyarakat pesisir. Mengingat perubahan cuaca di laut dapat berlangsung sangat cepat, para nelayan dan operator kapal diminta untuk selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum memutuskan untuk melaut. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan aktivitas ekonomi dan transportasi laut tetap berjalan aman di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang.

Editor : Indra Zakaria