TANJUNG REDEB - Darah yang didonorkan oleh para pendonor ternyata tidak hanya dibuat dalam satu jenis, tetapi bisa dibuat menjadi berbagai komponen darah. Untuk Berau, komponen darah yang paling sering dibutuhkan adalah jenis Whole Blood (WB), Pakced Red Cell (PRC), dan Thrombocyte Concentrate (TC).
Ketua Bidang Komunikasi Palang Merah Indonesia (PMI) Berau, Arif Hadianto mengatakan hanya tahu masalah donor darah sesama golongan darah, namun di dunia kesehatan terdapat 3 jenis komponen darah yang bisa didonorkan.
“Ada banyak jenisnya, dan bagus juga untuk kesehatan. Kalau di Berau, yang paling sering dibutuhkan oleh pasien di rumah sakit adalah darah jenis PRC, WB, dan TC,” katanya kepada Berau Post, kemarin (7/3).
Darah jenis WB, kata dia, merupakan darah utuh yang satu unit (kantong) berisi 250-350 ml darah yang masih lengkap komponennya, dan WB terbagi menjadi 3 bagian yakni, darah utuh sangat segar, darah utuh segar, dan darah utuh simpan.
“Masing-masing ada waktu yang ditentukan. Di Indonesia, khususnya Berau, WB lebih banyak tersedia daripada komponen lainnya sebagai pengganti eritrosit (HB) dan volume darah yang hilang akibat kecelakaan, atau melahirkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait PRC atau darah yang diendapkan, dari 250 ml darah utuh, diperoleh sekitar 100-125 ml PRC. Isinya hanya eritrosit dan sedikit plasma dengan hematokrit 70-80 persen. Jika dibuat dengan sistem terbuka pada suhu 4 ± 2°C, hanya boleh disimpan selama 12 jam, tetapi kalau dibuat dengan sistem tertutup, boleh disimpan sampai 30 hari. PRC diberikan pada pasien anemia tanpa penurunan volume darah seperti anemia aplastik, leukemia, thalassemia, gagal ginjal kronis, pendarahan kronis.
“Penderita seperti ini selalu dipantau dan di Berau untuk stok darah PRC banyak digunakan masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, TC yakni Plasma Kaya Trombosit (Platelet Rich Plasma) atau konsentrat trombosit. Dari 250 ml darah utuh, diperoleh 50 ml PRP atau 20 ml TC. PRP berisi 90 persen dan TC berisi 70-80 persen jumlah total trombosit yang semula dalam darah utuh. Satu unit PRP atau TC berisi lebih kurang 28 miliar trombosit dan dapat menaikkan kadar trombosit.
“Trombosit diberikan pada pasien perdarahan dengan Trombositopenia akibat transfusi masif atau demam berdarah dengue (DBD), trombositopati, leukemia, atau anemia aplastik dengan pendarahan,” jelas Arif.(*/yat/asa)
Editor : uki-Berau Post