Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gunung Tabur Zona Hijau

uki-Berau Post • Jumat, 29 Oktober 2021 | 19:00 WIB
NOL KASUS: Dinas Kesehatan merilis Kecamatan Gunung Tabur berstatus zona hijau pandemi Covid-19, dengan jumlah pasien nihil.
NOL KASUS: Dinas Kesehatan merilis Kecamatan Gunung Tabur berstatus zona hijau pandemi Covid-19, dengan jumlah pasien nihil.

TANJUNG REDEB – Untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 di Berau, Kecamatan Gunung Tabur masuk zona hijau. Hal ini setelah pasien terakhir di Kecamatan Gunung Tabur yang terpapar, sudah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi mengatakan, warga Gunung Tabur tersebut merupakan pasien transmisi lokal. Dengan telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. 

Dengan bertambahnya Gunung Tabur di zona hijau, maka saat ini terdapat tujuh kecamatan yang sudah berstatus zona hijau. Yaitu Kecamatan Segah, Pulau Derawan, Batu Putih, Gunung Tabur, Talisayan dan Maratua. Sedangkan enam kecamatan lainnya masih berada di zona kuning, dengan jumlah pasien tak sampai 10 orang. 

“Pasien terbanyak saat ini masih di Kelay, dengan lima pasien. Untuk RSUD sudah tidak ada pasien lagi,” katanya kepada awak media ini.

Sementara itu, Camat Gunung Tabur, Anang Saprani menerangkan, berstatus zona hijau, membuat pekerjaan Satuan Tugas (Satgas) kecamatan menjadi lebih berat. Pasalnya, harus mempertahankan agar tidak ada lagi warga Kecamatan Gunung Tabur yang terpapar virus Corona.

“Kami tentu ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pelaku UMKM. Karena mau tutup saat pandemi ini,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai kecamatan dengan proses pemilihan kepala kampung (Pilkakam) yang cukup banyak, yakni enam kampung. Membuat pihaknya juga waspada terhadap penularan Covid-19. “Ini yang kami antisipasi,” tuturnya.

Karena itu, antisipasi pun mulai dilakukan. Dengan memerintahkan satgas kampung, untuk tegas menindak warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Baik di hari biasa maupun saat hari pemilihan.  Setiap TPS di lokasi pemilihan juga, akan disiapkan minimal empat pencuci tangan bagi warga. Serta petugas diminta menjaga jarak dan tetap menggunakan masker.

“Perbanyak itu tempat cuci tangannya. Kami juga meminta petugas memeriksa suhu tubuh warga yang ingin mencoblos,” ungkapnya.

Lebih lanjut, selain mewaspadai klaster pilkakam. Ia juga akan menggiatkan operasi yustisi bersama satuan TNI, Polri dan Satgas Kecamatan Gunung Tabur. Dengan tujuan menghindari kerumunan warga di sepanjang turap Gunung Tabur. Sebab, Berau masih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

“Jangan sambut dengan euforia berlebihan dengan zona hijau ini, tapi jadikan ini sebagai motivasi, untuk memperketat pengawasan prokes,” bebernya.

“Kemudian jika ada keluhan kesehatan, segera laporkan ke kami,” pungkasnya. (hmd/arp)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Berau