Pembangunan Terowongan Samarinda terus dikerjakan. Saat ini pelaksana dari PT Pembangunan Perumahan (PP) tengah mengerjakan dua sisi.
Prokal.co - SAMARINDA–Progres terkini baru mencapai 45 persen, dengan panjang galian masing-masing sisi 137 untuk inlet, dan 9 meter untuk outlet, dengan total panjang tergali 146 meter.
Sekkot Samarinda Hero Mardanus Satyawan bersama tim memantau proyek tersebut, Rabu (22/5). Hero menyebut, pihaknya rutin memantau berbagai progres proyek yang dikerjakan pemerintah. Terowongan salah satu yang jadi perhatian.
Pasalnya, proses pembangunannya menggunakan skema anggaran tahun jamak (multiyears contract/MYC) dengan nilai Rp 395 miliar. “Kami evaluasi kembali apakah masih sesuai target yang ditetapkan dalam kontrak. Termasuk klasifikasi kendalanya,” ucapnya.
Pekerjaan terowongan cukup sulit, karena bekerja di dalam tanah. Apa yang direncanakan belum tentu sesuai di lapangan. Misalnya, ketika menggali, tim bisa saja menemukan struktur tanah berbeda setiap meter yang digali, sehingga harus lebih berhati-hati dalam pelaksanaan.
“Ada potensi sedikit ketidaksesuaian target penyelesaian dengan perencanaan, namun dipastikan tidak lama,” jelasnya. “Namun, semua kendalanya dari awal hingga akhir akan dihimpun, sehingga jelas penyebab-penyebab keterlambatannya,” sambungnya.
Dia berharap November mendatang megaproyek itu rampung, minimal tembus dua sisi jalan dari sisi Jalan Sultan Alimuddin hingga Jalan Kakap. Namun, tahun ini dipastikan belum bisa beroperasi atau dilintasi, karena ada proses perizinan dan evaluasi dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
“Itu sama dengan Jembatan Achmad Amins di Kelurahan Sungai Kapih. Meski konstruksi jembatan selesai, tetapi operasionalnya menunggu izin dari Kementerian PUPR melalui KKJTJ,” ucapnya.
Lebih detail soal perizinan operasi di Kementerian PUPR, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Terowongan Samarinda Rezky Samudra Aprilyan menambahkan, sejak pembangunan awal di 2023, pihaknya rutin berkoordinasi dengan KKJTJ.
Berbagai berkas administrasi sudah diserahkan, menunggu sidang pemanggilan untuk konfirmasi progress pembangunan.
“Itu karena KKJTJ mengurusi se-Indonesia, makanya Terowongan Samarinda harus mengantre dengan proyek lainnya. Namun, dipastikan semuanya berjalan sesuai rencana,” singkatnya.
Sebagai informasi, proyek yang ditarget rampung November akan memiliki panjang jalur terowongan sekitar 400 meter dengan lebar galian sekitar 12,8 meter dan tinggi 10,5 meter. Ukuran jalan yang berfungsi nantinya menyesuaikan, yakni lebar 9 meter dan ketinggian sekitar 5,4 meter. (dra/k16)
Editor : Indra Zakaria