SAMARINDA–Duka masih menyelimuti ibu dan keluarga Fahri (13), remaja yang tenggelam Sabtu (22/6) lalu.
Hingga kemarin (23/6) malam, Basarnas dan relawan Samarinda masih bergerak mencari. Namun, hasilnya masih nihil. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, pencarian dihentikan dan dilanjut besok.
Tahap pencarian pertama dijelaskan Koordinator Unit SAR Samarinda Riqi Efendi, kedalaman air Sungai Mahakam tepatnya di titik lokasi tenggelamnya Fahri, kedalamannya mencapai 6–8 meter. Pencarian dilakukan Sabtu (22/6) sore itu berakhir pukul 21.00 Wita. “Upaya yang kami lakukan menyusuri lokasi kejadian. Kami menyiapkan dua penyelam. Kami sudah maksimal namun belum bisa ditemukan," ucapnya.
Minggu (23/6), pencarian dilanjutkan. Tim sudah bergerak mulai pukul 07.00 Wita. Namun, hujan yang mengguyur Kota Tepian membuat proses pencarian korban ditunda. "Kami kembali menyusuri area korban tenggelam pukul 10.55 Wita. Dengan radius 1 kilometer dari titik tempat lokasi kejadian," sambungnya.
Kendala lain adalah banyaknya sampah yang tersandar di bibir sungai. Harapanya dengan dibersihkan, korban bisa ditemukan. Namun, lagi-lagi tanda keberadaan Fahri tak kunjung ditemukan. "Upaya lain kami membersikan sampah yang masuk atau berdiam di area TKP, dengan begitu harapanya ada titik terang. Upaya itu belum juga membuahkan hasil," sambungnya.
Penyisiran dan membersihkan sampah sudah ditempuh. Tim relawan gabungan berusaha mencari korban menggunakan dron. Radius 2 kilometer, Fahri belum ditemukan. Tim Basarnas dan relawan Samarinda melakukan evaluasi sejenak. "Kami kemudian dibantu menggunakan Kapal KSOP Samarinda untuk menciptakan ombak buatan. Jadi, ketika korban tersangkut di kedalaman yang belum diketahui, dengan ombak buatan itu bisa bergeser dan memudahkan proses pencarian. Namun, upaya itu belum berhasil," imbuhnya.
Usaha demi usaha dilakukan. Pukul 18.00 Wita, tim Basarnas dan relawan proses pencarian dan dilanjutkan keesokan harinya. "Jadi kami beserta keluarga saat ini fokus melakukan pemantaun dari darat dan air. Juga ada penerangan, besok kami lanjutkan pencarian," pungkasnya. (dra)
EKO PRALISTIO
pralistioeko@gmail.com
Editor : Indra Zakaria