Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Haul di Banjar, Rezekinya Menjalar

Faroq Zamzami • 2025-01-02 15:40:38
SIAPKAN: Petugas Perumda Pasar Bauntung Batuah Martapura saat membersihkan kawasan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) untuk lahan parkir jemaah Haul Guru Sekumpul (SHEILA FARAZELA/ RADAR BANJARMASIN)
SIAPKAN: Petugas Perumda Pasar Bauntung Batuah Martapura saat membersihkan kawasan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) untuk lahan parkir jemaah Haul Guru Sekumpul (SHEILA FARAZELA/ RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO-Hari-hari terakhir ini, ramai warga dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mereka ingin menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul yang kabarnya agenda puncak pada 5 Januari 2025.

Kecuali saat pandemi covid, tiap tahun agenda haul di Kalsel itu selalu dipadati manusia.

Baca Juga: Pemkab Berau Susun Kalender Event, Banyak Agenda Ciamik yang Disiapkan 

Berikut catatan wartawan Kaltim Post dan Prokal.co Faroq Zamzami, saat momen haul tahun 2018 lalu. Bagaimana suasananya saat itu? Mari kita kilas balik.

MALAM sudah sangat layu di bibir Teluk Balikpapan, Jumat (23/3/2018). Arloji di tangan kiri menunjuk waktu 15 menit lagi pukul 00.00 Wita.

Sudah sangat larut. Jelang berganti hari. Saat awam waktunya orang bergelut mimpi, di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan, pergerakan manusia justru tak sepi.

Riuh rendah. Berpadu deru mesin aneka kendaraan.

Mobil keluarga, minibus, hingga truk “raksasa”. Sesekali derik suara jangkrik interupsi dari rimbunnya pepohonan di sisi kiri dan kanan jalan.

Antrean kendaraan jelang dini hari itu mengular. Sampai 1 kilometer ke luar pelabuhan.

Baca Juga: Mantap, Pemkab Berau Siap Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas

Di beberapa kendaraan yang menunggu, bagian belakangnya tertulis rombongan haul. Dari sejumlah daerah di Kaltim. Kutai Timur (Kutim), Bontang, Samboja, dan Samarinda.

Bahkan ada rombongan yang melakukan perjalanan darat dari Berau.

Sehari sebelumnya, Kamis (22/3/2018), suasana saat dini hari tak kalah ramai di pelabuhan itu. Kepadatan kendaraan hingga pukul 02.00 Wita.

Mereka juga akan menuju Kalimantan Selatan (Kalsel). Melalui jalan darat untuk menghadiri haul.

Martapura, Kabupaten Banjar saat ini jadi magnet. Sejutaan manusia sedang menuju ke sana.

Terutama dari penjuru Borneo. Dari masyarakat kelas bawah hingga atas.

Batasan status pun hilang, melebur menjadi satu sebutan, jamaah Haul Ke-13 Abah Guru Sekumpul.

Seorang ulama kharismatik asal Martapura yang bernama lengkap KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.

Baca Juga: Penunggak Pajak Daerah di Berau Capai Puluhan Miliar, Ada yang Sejak 23 Tahun Lalu

Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana bahkan sudah memastikan rencana kedatangan Presiden RI Joko Widodo di acara tersebut.

Diprediksi pada 25 Maret 2018, ada 1,1 juta orang yang memadati Sekumpul. Jumlah ini meningkat 10 persen dari tahun lalu.

Pemerintah lintas tingkatan di Kalsel berkolaborasi menyambut jutaan tamu.

Yakni, Pemkab Banjar, Pemprov Kalsel, Pemkot Banjarmasin dan Banjarbaru, serta Pemkab Tapin.

Pemda menyiapkan 154 titik parkir dengan 30 pos titik pantau. Juga ada 124 anggota Dishub, 9.593 relawan, satu posko induk di dalam kawasan Sekumpul, dan satu posko terpadu di Pos Polisi Simpang Empat Sekumpul.

Di luar Kalsel, geliat pergerakan orang menuju Kalsel, setidaknya dapat terlihat dari semakin panjangnya antrean di pelabuhan penyeberangan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU).

Baca Juga: Astra Agro Lestari Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran

Juga semakin ramainya Jalan Propinsi di PPU hingga Paser.

Dua kabupaten yang dilintasi jalan utama menuju Kalsel. Dampak gelaran haul tiap tahunnya memang luar biasa.

Isian tiap feri yang menyeberang dari Balikpapan ke PPU full. Pemasukan operator feri naik berlipat-lipat.

Ini gampang terlihat. Hari biasa, saat tak ada momen apa-apa, jika malam misalnya, feri dari Balikpapan menuju Penajam bisa terpaksa menyeberang dengan kendaraan yang jumlahnya dapat dihitung jari. Satu truk, dua mobil, dan beberapa motor.

Bisa lebih parah lagi, misalnya menyeberang dengan isi hanya satu truk. Seminggu terakhir, semua feri full.

Masing-masing memuat kendaraan dari 17 hingga 20 unit. Belum termasuk roda dua. Bergantung kapasitas feri.

Baca Juga: Sejumlah Ruas Jalan Utama di Kota Amuntai Terendam Air Luapan Sungai

Juga besar kecilnya kendaraan yang diangkut.

Tak hanya operator feri yang untung. Penjual kopi dan mi, juga bakso serta rawon di kapal kena imbas. Pembeli jadi ramai.

Jika siang, berkah juga diraup pedagang asongan yang membawa nasi bungkus, es teler dalam gelas plastik, tahu Sumedang, atau kacang mete, yang menyisir antrean kendaraan hingga di luar pelabuhan.

Pengusaha penyewaan mobil dan bus juga bisa tersenyum lebar. Setidaknya, saat ini adalah harinya pengusaha transportasi konvensional.

Banyak perkumpulan pengajian menyewa mobil, minibus, hingga bus.

Sejenak pengusaha moda ini bisa melupakan persaingan dengan transportasi online. Bus mereka ludes disewa. Belum lagi kios-kios di rest area.

Di sepanjang jalan dari Kutim, Bontang, Samarinda, Balikpapan, hingga Paser.

Mereka mendapatkan berkah dari rombongan jamaah yang beristirahat.

Tapi, tak semua mencari keuntungan rupiah.

Baca Juga: Wisata Alam Bukit Bangkirai, Surga Tropis di Kalimantan Timur

Ajang ini juga jadi momen warga mencari berkah. Seperti yang beredar di grup-grup WhatsApp (WA).

Di sekitar Martapura, misalnya. Ada 19 lokasi disiapkan sebagai penginapan di sekitar titik haul. Gratis.

Pesan tentang penyediaan penginapan gratis itu disebar lengkap dengan alamat dan kontak penanggung jawab.

Bahkan sampai kapasitas tiap lokasi. Paling sedikit menampung 30 orang.

Pengelolanya Habib Hanafi. Alamatnya di Jalan Pintu Air Permai. Paling besar dengan kapasitas 1.000 orang. Di Stadion Demang Lehman Indrasari.

Tak hanya di lokasi acara. Di beberapa titik yang dilalui jamaah juga disediakan rest area dengan aneka fasilitas yang bisa dinikmati gratis.

Salah satu titik yang sudah beredar via grup WA sejak seminggu lalu adalah Masjid Besar Assalam di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Paser.

Baca Juga: Luapan Sungai Martapura Meluas, Diduga karena Krisis Lingkungan di Hulu

Disediakan makanan hingga obat-obatan. Juga kamar mandi umum. Semua free.

Forum Komunikasi dan Silaturahim Majelis Taklim Salawat Batu Sopang yang menyediakan fasilitas di masjid itu mulai 23 hingga 26 Maret.

Berkah ganda memang mengiringi gelaran haul yang ketiga belas ini.

Baca Juga: Watu Beach Balikpapan, Pilihan Lain Destinasi Pinggir Pantai di Balikpapan

Berharap kecipratan keuntungan materi. Hingga mengharap pahala untuk modal di akhirat. (*)

Tulisan ini terbit di harian Kaltim Post edisi Minggu, 25 Maret 2018

Editor : Faroq Zamzami
#haul #Abah Guru Sekumpul #Abah Guru Sekumpul Martapura #kalsel #Sekumpul #martapura #kaltim