Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Fenomena Nataru 2026 di Tarakan: Penumpang Pesawat Turun, Pengiriman Barang Naik Tajam

Redaksi Prokal • 2026-01-07 07:15:00
RAMAI : Suasana Bandara International Juwata Tarakan pada Senin (5/1). (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)
RAMAI : Suasana Bandara International Juwata Tarakan pada Senin (5/1). (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)

TARAKAN – Meski telah memasuki hari kelima masa arus balik, geliat keberangkatan dan kedatangan penumpang di Bandara Internasional Juwata Tarakan terpantau masih cukup tinggi hingga Senin, 5 Januari 2026. Secara umum, pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di bandara kebanggaan masyarakat Kalimantan Utara ini berjalan aman dan terkendali tanpa adanya insiden menonjol.

Ketua Posko Angkutan Udara Nataru 2025/2026 Bandara Juwata, Agung Tri Laksana, mengungkapkan bahwa selama periode pemantauan sejak pertengahan Desember lalu, total pergerakan penumpang tercatat mencapai 33.495 orang. Meskipun suasana bandara tampak ramai, angka ini sebenarnya menunjukkan penurunan tipis sekitar 2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penurunan yang lebih mencolok terlihat pada sektor pergerakan pesawat. Tahun ini, tercatat ada 431 penerbangan yang beroperasi, menyusut sekitar 20 persen dibandingkan masa Nataru 2024/2025. Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada sektor logistik. Arus kargo melalui Bandara Juwata menunjukkan tren positif dengan total muatan mencapai 545 ton, atau meningkat signifikan sebesar 21 persen dibandingkan tahun lalu.

Terkait operasional di lapangan, Agung menjelaskan bahwa cuaca sempat menjadi kendala yang memicu beberapa keterlambatan penerbangan atau delay. Namun, pihaknya memastikan seluruh kendala tersebut dapat tertangani dengan baik berkat kesiapan petugas dalam menerapkan manajemen keterlambatan sesuai aturan yang berlaku. Keamanan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas meski di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.

Data posko menunjukkan bahwa Balikpapan tetap menjadi rute tujuan terfavorit bagi masyarakat yang berangkat dari Tarakan, dengan jumlah penumpang mencapai 12.331 orang. Sebagian besar dari mereka menjadikan Balikpapan sebagai titik transit untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Sebagai catatan, puncak arus mudik pada periode ini telah terlewati pada 22 Desember 2025 dengan keberangkatan 1.283 orang dalam sehari. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada hari ini, mengingat aktivitas perkantoran dan sekolah akan kembali normal dalam waktu dekat. (zac/jnr)

Editor : Indra Zakaria