PROKAL.CO, TENGGARONG – Aktivitas warga di bantaran Sungai Mahakam, Desa Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah kapal ponton menabrak ratusan keramba ikan dan satu rumah warga, Minggu (4/1) petang. Insiden ini menyebabkan kerugian material besar—yang syukurnya tidak ada korban jiwa, namun menjadi pusat pemancingan dadakan.
Sehari setelah kejadian, Senin (5/1), proses mediasi antara warga terdampak dan pihak perusahaan pemilik kapal mulai dilakukan di lokasi kejadian. Pertemuan tersebut melibatkan pemerintah desa, kepolisian, pihak perusahaan, serta warga korban untuk mencari solusi terbaik.
Sekretaris Desa Loa Kulu, Rian, mengatakan pertemuan itu sekaligus menjadi forum pendataan awal kerusakan yang dialami warga. Ia memastikan seluruh proses dilakukan secara terbuka dan jujur.
“Kami berharap warga menyampaikan keterangan secara jujur. Karena dari yang kami data, total warga terdampak kurang lebih 10 orang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material,” tegas Rian.
Ia menambahkan, pendataan dilakukan bersama antara warga dan pihak perusahaan guna memastikan nilai kerugian yang akan diganti sesuai kondisi di lapangan.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Loa Kulu, Mohamad Rizali. Menurutnya, proses identifikasi masih berlangsung dengan melibatkan aparat kepolisian dan perwakilan perusahaan. Rizali memastikan pihak perusahaan telah menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan. “Perusahaan siap bertanggung jawab. Sekarang masih menghitung kerugian,” ujarnya.
Ia menyebut, keramba yang terdampak mencapai ratusan kotak. Setiap kotak rata-rata berisi 1.000 hingga 2.000 ekor ikan, sehingga nilai kerugian diperkirakan cukup besar. “Perkiraan pastinya belum ada, tapi kemungkinan hampir miliaran,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan awal, ponton milik PT KSA yang berlayar dari Kutai Barat diduga mengalami selisih arah di tengah sungai. Untuk menghindari tabrakan dengan ponton lain dari arah Samarinda, kapal tersebut berbelok ke sisi kanan dan akhirnya menabrak deretan keramba serta rumah warga.
“Dia menghindari tabrakan karena ada kapal lain dari arah hulu. Air juga sedang pasang saat magrib,” terang Rizali.
Akibat insiden tersebut, satu rumah warga dilaporkan hancur. Di dalam rumah terdapat dua unit sepeda motor dan sejumlah barang yang ikut hanyut terbawa arus. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang berada di luar.
“Benar, ada rumah rusak. Isinya dua motor, tapi rumah dalam kondisi kosong,” jelasnya. Rizali menambahkan, pihak perusahaan menunjukkan itikad baik dengan mendatangi warga beberapa jam setelah kejadian.
“Mereka datang sekitar jam satu malam. Siap mengganti sesuai hasil perhitungan, baik keramba maupun rumah warga,” pungkasnya. Hingga berita ini ditayangkan, pihak perusahaan dan sejumlah warga terdampak memilih belum memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media. (moe)
Editor : Indra Zakaria