“Inilah sebabnya kita lebih sering melihat mereka saat senja dan fajar karena matahari mengancam mereka,” katanya.
- Biru Tua
Sama seperti warna hitam yang menarik perhatian nyamuk, warna gelap dan jenuh lainnya juga memiliki efek yang sama.
Emma mengatakan bahwa warna biru tua (dan warna serupa lainnya) menarik bagi nyamuk yang mendeteksi panas dan ditahan oleh warna lebih gelap.
“Mereka cenderung menyelidiki inang potensial (karena inang seperti manusia juga mengeluarkan panas),” ungkap pakar tersebut.
Warna-warna ini begitu kuat sehingga para ilmuwan menggunakannya sebagai daya tarik ketika mengawasi nyamuk dengan memasang perangkap nyamuk berwarna gelap alias black traps.
- Merah
Terlepas dari warna kulit, panjang gelombang merah dapat dideteksi oleh nyamuk berarti merah adalah salah satu warna yang paling dicari oleh hama ini.
Emma merujuk pada penelitian terbaru bahwa paparan bau seperti CO2 memicu ketertarikan nyamuk terhadap warna-warna seperti merah untuk mencari mangsa.
“Para ilmuwan percaya nyamuk menggunakan sensor suhu khusus untuk mendeteksi keberadaan mangsa berdarah panas,” tambah Sholom.
- Oranye
Sama seperti warna merah, warna oranye juga menunjukkan panjang gelombang yang sama dan juga menarik bagi nyamuk.
“Mungkin sekali lagi hal ini disebabkan oleh terbatasnya detail penglihatan serangga dan deteksi bentuk yang berbeda dari latar belakangnya memberi petunjuk kepada serangga tersebut bahwa ada calon inang di dekatnya,” papar Emma.
Namun, penting untuk diingat atraksi nyamuk memadukan penglihatan dan penciuman.
Oleh karena itu, berbagai pendekatan harus dilakukan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk saat bekerja di dalam dan di luar rumah misal penggunaan semprotan serangga atau memakai warna terang.
Di sisi lain, menurut penelitian dari University of Washington, warna terbaik untuk mengusir nyamuk meliputi putih, hijau, biru muda, dan ungu karena warna tersebut memantulkan panas dan cahaya yang tidak disukai nyamuk.