YOGYAKARTA – Peta pariwisata Indonesia mengalami pergeseran menarik pada penghujung tahun 2025. Berdasarkan laporan Travel Outlook 2026 yang dirilis oleh platform perjalanan digital Agoda, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menempati peringkat pertama sebagai destinasi liburan keluarga paling dicari, menggeser posisi Bali yang kini berada di urutan kedua.
Data pencarian akomodasi di Agoda menunjukkan lonjakan minat terhadap Yogyakarta sebesar 29 persen dibandingkan tahun lalu. Kekayaan situs budaya, beragam pilihan rekreasi edukatif, serta suasana kota yang ramah keluarga menjadi alasan utama para pelancong domestik memilih Kota Gudeg sebagai tempat menciptakan kenangan akhir tahun.
"Yogyakarta dan Bandung (peringkat ketiga) semakin diminati karena menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar mengunjungi destinasi, yakni menciptakan kebersamaan yang berkualitas," ujar Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan.
Untuk domestik, setelah Jogja, Bali menyusul kemudian Bandung, Jakarta dan Malang. Untuk destinasi luar negeri, Singapura masih menjadi tujuan utama warga Indonesia, disusul Tokyo, Kuala Lumpur, Bangkok dan Shanghai. Pencapaian luar biasa juga dicatatkan oleh Shanghai, yang masuk dalam lima besar destinasi luar negeri favorit warga Indonesia dengan pertumbuhan minat mencapai 130 persen, menggantikan posisi Hong Kong.
Respon Bali: Fokus pada Pariwisata Berkualitas
Menanggapi laporan yang menyebutkan Bali tergeser oleh Yogyakarta, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali menilai narasi tersebut merupakan isu tahunan yang kerap muncul kembali. Kepala Dispar Bali, I Wayan Sumarajaya, menegaskan bahwa meski Yogyakarta mengalami peningkatan pesat, Bali tetap mencatatkan angka kunjungan yang sangat tinggi dengan karakter pasar yang berbeda.
"Akar pariwisata kita berbeda. Fokus Bali saat ini bukan sekadar mengejar angka kunjungan, melainkan membangun pariwisata berbasis budaya yang berkualitas dan bermartabat," ujar Sumarajaya di Denpasar, Sabtu (3/1/2026).
Berdasarkan data Dispar Bali, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan Desember telah menembus angka 16 juta orang. Di periode Natal dan Tahun Baru saja, kunjungan harian meningkat signifikan dari rata-rata 17 ribu menjadi 23 ribu wisatawan per hari.
Fenomena naiknya Yogyakarta ke posisi puncak menunjukkan bahwa wisatawan nusantara kini semakin tertarik pada destinasi yang menawarkan perpaduan antara wisata alam, budaya, dan nilai edukasi bagi anak-anak. Di sisi lain, Bali tetap menjadi benteng pariwisata internasional Indonesia yang terus berbenah meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Pergeseran ini memberikan sinyal positif bagi pemerataan ekonomi pariwisata di Indonesia, di mana kota-kota seperti Bandung dan Malang juga terus memperkuat posisinya sebagai pilihan alternatif liburan keluarga yang kompetitif. (*)
Editor : Indra Zakaria