PROKAL.CO, PENAJAM-Bertambah lagi pasokan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Ini setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berencana meresmikan salah satu proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waru yang saat ini telah memasuki tahap finishing dan siap dioperasikan dalam waktu dekat.
Kehadiran SPAM ini akan memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda/PDAM) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan recana peresmian diagendakan pada akhir April.
"Namun, ada sedikit penyesuaian. Jadi jika tidak ada halangan peresmian akan dilakukan pada minggu pertama atau kedua bulan ini (Mei), menyesuaikan ketersediaan waktu bupati," kata Abdul Rasyid, ditemui di Kantor Bupati PPU.
Ia menjelaskan, SPAM Waru diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 40 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, layanan air bersih di wilayah Waru ditargetkan dapat terlayani hingga 100 persen.
“Kecuali untuk wilayah Desa Apiapi. Karena karakteristik wilayah tersebut berada di daerah perbukitan dengan jumlah penduduk terbatas. Jadi lebih tepat untuk ditangani melalui Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat)," jelasnya.
Baca Juga: Kondisi Internasional yang Lagi Bergejolak, yang Pijit Kepala Penjual Sayur di Penajam, Kok Bisa
Sementara itu, menyadari akan cakupan layanan air bersih saat ini baru mencapai 42 persen, serta adanya keterbatasan fiskal daerah, kata Rasyid, Bupati PPU, Mudyat Noor, berencana melakukan terobosan dengan menggandeng pihak swasta.
Kerja sama ini akan difokuskan pada pengadaan water treatment plant (WTP) untuk melayani kawasan-kawasan yang selama ini sulit terjangkau. Seperti Maridan, Pantai Lango, Jenebora hingga Sotek.
Dalam skema kerja sama ini, pihak swasta akan mendanai seluruh proyek pembangunan instalasi pengolahan air (IPA), sementara pemerintah daerah yang akan membeli air curah tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat.
"Adapun pembangunan jaringan perpipaan diharapkan mendapat dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi," ucapnya.
Selain itu, Pemka PPU juga telah menetapkan target agar capaian cakupan layanan air bersih sebesar 70 hingga 80 persen pada 2028.
Terget tersebut bertumpu pada tiga pilar utama. Yakni, kerja sama swasta, koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan optimalisasi SPAM regional.
Baca Juga: Transformasi Digital Pendidikan Balikpapan, Guru Didorong Adaptif Manfaatkan Teknologi
Khusus untuk wilayah yang bersinggungan dengan IKN, pihak Otorita IKN telah memberikan lampu hijau untuk membantu penyambungan air bersih ke 10 kelurahan dan desa dengan target 6.114 sambungan rumah (SR).
"Saat ini PDAM sedang menyusun detail perencanaan (DED), dan tim di lapangan tengah melakukan pendataan by name by address. Untuk tahap pertama, ditargetkan sekitar 2.000 sambungan rumah gratis dari Otorita IKN dapat terealisasi tahun ini," jelasnya.
Rasyid mengakui, sementara itu, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar adalah wilayah Babulu, meski belum tersentuh sama sekali, pemerintah masih menaruh harapan besar pada pengembangan SPAM regional. (ami/far)
Editor : Faroq Zamzami