PROKAL.CO, PENAJAM-Kehadiran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang saat ini telah memasuki tahap finishing dan siap dioperasikan dalam waktu dekat, sudah dinantikan warga setempat.
SPAM Waru ini bakal menjadi sumber memenuhi kebutuhan dasar yang digunakan setiap hari untuk memasak, mandi, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
SPAM Waru diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 40 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, layanan air bersih di wilayah Waru ditargetkan dapat terlayani hingga 100 persen.
Baca Juga: Mantap Nih untuk Warga Waru, SPAM Segera Diresmikan, tapi PR Besarnya di Babulu
"Akses air bersih yang stabil menjadi dambaan warga yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sumber air," kata Camat Waru, Ahmad Yani SSTP, Senin (4/5/2026).
Menurut Yani, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa warga sangat menantikan realisasi proyek ini. Terutama untuk mengantisipasi kesulitan air saat musim kemarau.
"Program pipanisasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang mengakhiri kebergantungan warga pada sumber air yang terbatas dan tidak menentu," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, untuk memastikan layanan berjalan optimal setelah peresmian, Pemerintah Kecamatan Waru berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan Perumda Air Minum Danum Taka.
Seperti menyiapkan jalur komunikasi responsif untuk menindaklanjuti keluhan warga dengan segera, melibatkan pihak kelurahan, desa, hingga tingkat RT di seluruh Kecamatan Waru untuk memantau kondisi distribusi air.
"Serta mendorong adanya pemeliharaan fasilitas secara berkala, guna mendeteksi potensi kebocoran atau gangguan teknis agar tidak berlarut-larut," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya masukan dari masyarakat terkait distribusi yang belum merata serta kualitas air di beberapa titik.
Dengan adanya pengembangan jaringan pipa ini, diharapkan seluruh wilayah di Kecamatan Waru dapat terlayani dengan aliran air yang lancar dan kualitas yang bersih. Yani juga mengimbau, masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun.
"Kami berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas ini karena ini untuk kepentingan bersama. Pemerintah Kecamatan Waru siap menjadi penghubung agar setiap keluhan warga bisa cepat ditindaklanjuti," jelas Yani.
Diketahui, Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda/PDAM) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan recana peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waru ini awalnya diagendakan pada akhir April 2026.
"Namun, ada sedikit penyesuaian. Jadi jika tidak ada halangan peresmian akan dilakukan pada minggu pertama atau kedua bulan ini (Mei), menyesuaikan ketersediaan waktu bupati," kata Abdul Rasyid, ditemui di Kantor Bupati PPU.
Ia menjelaskan, SPAM Waru diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 40 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, layanan air bersih di wilayah Waru ditargetkan dapat terlayani hingga 100 persen.
Baca Juga: Paripurna DPRD Kaltim Setujui Hak Angket, Diwarnai Adu Mulut Antaranggota
“Kecuali untuk wilayah Desa Apiapi. Karena karakteristik wilayah tersebut berada di daerah perbukitan dengan jumlah penduduk terbatas. Jadi lebih tepat untuk ditangani melalui Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat)," jelasnya.
Cakupan layanan air bersih saat ini di Kabupaten PPU, Serambi Ibu Kota Nusantara (IKN), baru mencapai 42 persen. Saat ini, dengan adanya keterbatasan fiskal daerah, kata Rasyid, Bupati PPU, Mudyat Noor, berencana melakukan terobosan dengan menggandeng pihak swasta.
Kerja sama ini akan difokuskan pada pengadaan water treatment plant (WTP) untuk melayani kawasan-kawasan yang selama ini sulit terjangkau. Seperti Maridan, Pantai Lango, Jenebora hingga Sotek.
Dalam skema kerja sama ini, pihak swasta akan mendanai seluruh proyek pembangunan instalasi pengolahan air (IPA), sementara pemerintah daerah yang akan membeli air curah tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat.
"Adapun pembangunan jaringan perpipaan diharapkan mendapat dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi," ucapnya.
Selain itu, Pemka PPU juga telah menetapkan target agar capaian cakupan layanan air bersih sebesar 70 hingga 80 persen pada 2028.
Terget tersebut bertumpu pada tiga pilar utama. Yakni, kerja sama swasta, koordinasi dengan Otorita IKN, dan optimalisasi SPAM regional.
Baca Juga: Amankan Aset Negara, PLN UIP KLT Perkuat Legalitas Tower SUTT 150 kV di Kotabaru
Khusus untuk wilayah yang bersinggungan dengan IKN, pihak Otorita IKN telah memberikan lampu hijau untuk membantu penyambungan air bersih ke 10 kelurahan dan desa dengan target 6.114 sambungan rumah (SR).
"Saat ini PDAM sedang menyusun detail perencanaan (DED), dan tim di lapangan tengah melakukan pendataan by name by address. Untuk tahap pertama, ditargetkan sekitar 2.000 sambungan rumah gratis dari Otorita IKN dapat terealisasi tahun ini," jelasnya. (ami/far)
Editor : Faroq Zamzami