Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Proyek DAS Ampal Diungkit dalam Debat Kedua Pilkada Balikpapan, Disebut Gagal Rahmad Mas'ud Langsung Bilang Begini

Indra Zakaria • Jumat, 8 November 2024 - 19:24 WIB
Proyek penanganan banjir DAS Ampal senilai Rp135 miliar yang dinilai gagal menjadi sorotan utama dalam sesi ini. (foto Anggi/KP)
Proyek penanganan banjir DAS Ampal senilai Rp135 miliar yang dinilai gagal menjadi sorotan utama dalam sesi ini. (foto Anggi/KP)

PROKAL.CO, Debat publik kedua Pilkada Balikpapan 2024 yang digelar di Gran Senyiur Hotel pada Kamis malam (07/11) masih saja seru.

Kembali pasangan nomor urut 01 dicecar oleh dua pasangan calon (paslon) dua dan tiga. Debat memanas saat sesi tanya jawab antar pasangan calon.

Yang jadi sorotan adalah proyek penanganan banjir DAS Ampal senilai Rp135 miliar yang dinilai gagal.

Paslon nomor urut 2, Rendi Susiswo Ismail dan Eddy Sunardi Darmawan, menantang paslon petahana, Rahmad Mas’ud dan Bagus Susetyo, mengenai hasil proyek tersebut yang dianggap belum efektif mengatasi banjir di Balikpapan. 

“Pak Rahmad, setelah proyek DAS Ampal rampung, harapannya banjir akan tertangani. Namun, kenyataannya, banjir masih terjadi dan semakin parah. Kenapa proyek tersebut gagal?” tanya Eddy Sunardi dari paslon nomor 2 mengajukan pertanyaan yang mewakili keresahan warga Balikpapan.

Menanggapi kritik ini, Bagus Susetyo, calon wakil wali kota dari paslon nomor 1, menjelaskan bahwa proyek DAS Ampal adalah bagian dari rencana besar penanganan banjir di Balikpapan.

Berdasarkan kajian Dinas Pekerjaan Umum, ada delapan DAS yang mengalir ke Selat Makassar dan DAS Ampal menjadi salah satu prioritas.

Ia mengakui bahwa proyek ini membutuhkan anggaran besar, yaitu Rp1,6 triliun, dan dana yang digunakan saat ini baru mencapai Rp135 miliar.

“Kita butuh waktu untuk menyelesaikannya. Tahap pertama sudah berjalan, dan kami sedang berupaya mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk anggaran selanjutnya. Dengan anggaran penuh, target kami bisa tuntas dalam lima tahun,” ujar Bagus.

Ia juga menambahkan bahwa langkah lain yang akan ditempuh adalah membangun kawasan retensi seluas 10 hektar di Sumberejo yang akan berfungsi sebagai kolam penampungan air sekaligus area publik.

Rendi menanggapi penjelasan tersebut dengan nada kritis. Ia menilai jawaban Bagus sebagai bentuk mengelak dan menegaskan bahwa proyek DAS Ampal jelas-jelas belum memenuhi harapan masyarakat.

Baca Juga: Debat Kedua Pilkada Balikpapan, Masalah Mendasar Jadi Senjata Pasangan Rendy-Eddy dan Sabani-Syukri

“Yang kami tunggu adalah kejujuran seorang pemimpin untuk mengakui apa yang terjadi. Semua warga tahu proyek ini gagal. Mengapa masih perlu kajian lagi untuk menuntaskan masalah yang sudah lama dikeluhkan warga?” tegas Rendi.

Rahmad Mas’ud, petahana, yang mendengar kritik tersebut langsung merespons dengan nada tinggi. Ia menekankan bahwa proyek banjir ini sudah lama ada dalam rencana, namun eksekusi baru terjadi di masa kepemimpinannya.

“Soal kinerja saya, biarlah masyarakat yang menilai. Saya ini yang berani mengeksekusi rencana besar ini, sedangkan di masa sebelumnya hanya berupa kebijakan tanpa tindakan nyata,” jawab Rahmad.

Rahmad juga menyebutkan bahwa dari total anggaran sebesar Rp1,6 triliun, baru sekitar 10% yang digunakan. Menurutnya, proyek ini membutuhkan waktu dan anggaran tambahan untuk bisa sepenuhnya terwujud.(*)

Editor : Indra Zakaria
#Pilkada Balikpapan #debat calon wali kota #Pilkada Balikpapan 2024 #debat pilkada