Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jembatan Mahulu "Dihajar" Tongkang Lagi: DPRD Kaltim Geram, PUPR Kaltim Segera Turunkan Tim Teknis

Indra Zakaria • 2026-01-04 09:43:10
Evakuasi ponton yang menabrak pilar jembatan Mahulu.
Evakuasi ponton yang menabrak pilar jembatan Mahulu.

SAMARINDA – Belum kering ingatan warga Samarinda atas insiden ditabraknya Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) oleh Tongkang M80-1302 pada 23 Desember 2025 lalu, kini peristiwa serupa kembali terulang dengan skala kerusakan yang jauh lebih parah. Minggu (4/1/2026) subuh, jembatan kebanggaan warga Samarinda Seberang itu kembali dihantam tongkang batu bara yang diduga melanggar aturan waktu pelayaran (pengolongan).

Kronologi: Tali Towing Putus dan Upaya Penyelamatan Gagal

Insiden kali ini melibatkan dua armada besar. Berdasarkan informasi lapangan, Tongkang Roby-311 yang ditarik oleh TB Bloro-7 mengalami putus tali towing. Akibatnya, raksasa besi bermuatan batu bara itu hanyut tak terkendali, menghantam pilar jembatan, dan menghancurkan area dapur pemukiman warga di bantaran sungai.

TB Raja Laksana-166 yang menarik Tongkang Danny-66 sebenarnya sempat berupaya melakukan manuver untuk menahan benturan tongkang yang lepas kendali tersebut. Namun, besarnya beban dan derasnya arus membuat upaya "penyelamatan" itu gagal meredam hantaman keras ke struktur jembatan dan rumah warga.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari Anggota DPRD Kaltim, Abdul Giaz. Saat meninjau lokasi kejadian, Giaz tidak dapat menyembunyikan kekesalannya terhadap pihak otoritas pelayaran yang dinilai lalai dalam pengawasan.

"Kita akan RDP (Rapat Dengar Pendapat) kan segera ini! Mau Pelindo-nya kah, KSOP-nya kah, semua kita panggil. Bagaimana ini ada pengolongan (melintas di bawah jembatan) bukan pada jamnya? Mau dibunuhnya kita orang Kalimantan? Kalau jembatan ini roboh, bagaimana?" tegas Giaz dengan nada tinggi.

Giaz membeberkan bahwa praktik kucing-kucingan antara pihak kapal dan petugas sudah terpantau sejak malam pergantian tahun. Ia mengaku mengantongi bukti video yang menunjukkan deretan tongkang memaksakan lewat di luar jadwal yang ditentukan.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung bereaksi. Kepala Dinas PUPR Kaltim, Muhammad Aji Fitra Firnanda, menyatakan pihaknya segera melakukan pemeriksaan fisik pada struktur jembatan.

"Kami pastikan dulu kondisinya. Tim akan mengecek apakah benturan ini memengaruhi stabilitas struktur utama jembatan atau hanya pada bagian pelindung (fender)," ujar Aji singkat. (*)

Editor : Indra Zakaria