Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jembatan Mahulu Terancam: Fender Hilang, Truk Berat Masih Bebas Melintas Usai Ditabrak Tongkang

Redaksi Prokal • 2026-01-05 08:33:10
Jembatan Mahulu masih ramai dilintasi, baik kendaraan berat dan juga dikolongi oleh kapal tugboat dan tongkang batu bara.
Jembatan Mahulu masih ramai dilintasi, baik kendaraan berat dan juga dikolongi oleh kapal tugboat dan tongkang batu bara.

SAMARINDA – Kondisi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) pasca-insiden ditabrak tongkang batu bara pada Minggu (4/1/2026) dini hari memicu kekhawatiran publik. Meski baru saja mengalami benturan keras, aktivitas di atas maupun di bawah jembatan tampak berjalan normal seolah tidak terjadi insiden apa pun.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan fakta mengkhawatirkan. Fender atau pelindung utama jembatan pada Pier 4, 5, dan 6 terpantau sudah hilang. Hilangnya pelindung ini membuat struktur utama jembatan sangat rentan jika terjadi benturan susulan.

Tanpa adanya fender, daya tahan jembatan terhadap beban kendaraan berat di atas 8 ton—seperti truk kontainer yang masih bebas melintas—menjadi tanda tanya besar. Hingga Minggu sore, belum ada tindakan preventif yang terlihat di lokasi kejadian.  Tidak ada spanduk imbauan atau barikade dari Pemprov Kaltim. Truk logistik dan kendaraan bermuatan di atas 8 ton masih melintasi jembatan secara reguler. Kapal tugboat yang menarik tongkang batu bara masih bebas melakukan pengolongan (melintas di bawah jembatan).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Yusliando, menyatakan bahwa pihaknya tengah menunggu rekomendasi teknis. "Selama investigasi oleh Dinas PU, khusus di alur sungai biasanya akan ditutup dari aktivitas pengolongan," ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyebutkan bahwa timnya masih bekerja. "Hasil pengujian belum keluar. Insya Allah, Senin (5/1/2026) akan kami sampaikan setelah rapat koordinasi dengan Gubernur," jelas Aji.

Sebelumnya, jembatan Mahulu kembali ditabrak. Insiden ini melibatkan dua kapal  TB Bloro–7 (Tongkang Roby–311) diduga mengalami lepas tali towing hingga menghantam dapur warga dan pier jembatan. Kemudian TB Raja Laksana–166 (Tongkang Danny–66) berupaya menahan benturan namun tabrakan tetap tak terhindarkan. (*)

Editor : Indra Zakaria