Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pasar Pagi Samarinda Segera Beroperasi, Dishub Wanti-wanti Krisis Parkir: Pengunjung Disarankan Drop Off

Redaksi Prokal • 2026-01-07 08:00:00
Gedung Pasar Pagi yang baru memiliki ruang parkir yang lebih sempit dari sebelumnya. (MELI/SAPOS)
Gedung Pasar Pagi yang baru memiliki ruang parkir yang lebih sempit dari sebelumnya. (MELI/SAPOS)

 

SAMARINDA – Penantian publik terhadap peresmian gedung baru Pasar Pagi Samarinda kini diwarnai dengan tantangan serius terkait fasilitas penunjang. Selain permasalahan rembesan air hujan yang sempat menghambat jadwal peresmian di akhir tahun lalu, keterbatasan ruang parkir di gedung berkonsep semi modern ini menjadi isu utama yang tengah digodok oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Ketimpangan kapasitas parkir terlihat jelas dari perbandingan daya tampung basement dengan proyeksi jumlah pedagang. Area basement gedung saat ini hanya disiapkan untuk menampung sebanyak 814 kendaraan yang terbagi atas seratusan slot mobil dan tujuh ratusan slot motor. Padahal, data awal Dinas Perdagangan mencatat jumlah pedagang saja diperkirakan mencapai 2.500 orang. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa arus kendaraan akan membludak hingga keluar gedung dan memicu kemacetan di jantung kota.

Menyikapi keterbatasan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, meminta masyarakat untuk mulai mempertimbangkan skema kunjung tanpa membawa kendaraan pribadi. Ia menyarankan pengunjung untuk menggunakan sistem drop off atau diantar oleh kerabat saat ingin berbelanja. Hal ini dimaksudkan agar beban parkir di dalam gedung tidak melebihi kapasitas yang ada sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di depan pasar.

Pemerintah juga menyiapkan skema tarif parkir progresif atau tarif maksimal bagi kendaraan yang tetap masuk ke dalam basement. Melalui penerapan biaya berdasarkan lama waktu parkir ini, diharapkan sirkulasi kendaraan menjadi lebih cepat dan tidak ada pedagang atau pengunjung yang memarkirkan kendaraannya dalam waktu yang terlalu lama. Pengaturan ini nantinya akan dikelola oleh operator khusus untuk memastikan ketertiban di area parkir.

Guna mengantisipasi kepadatan di jalan raya, rekayasa lalu lintas baru juga telah dipetakan. Seluruh kendaraan yang menuju Pasar Pagi akan diarahkan masuk melalui satu pintu di Jalan Galunggung. Untuk alur keluar, kendaraan roda empat dan angkutan barang akan diarahkan menuju Jalan Gajah Mada, sementara pengendara roda dua akan dialihkan menuju Jalan Jenderal Sudirman. Dengan koordinasi bersama Direktorat Lalu Lintas, skema ini diharapkan mampu menjaga aset vital daerah tersebut agar tetap berfungsi optimal tanpa menimbulkan masalah transportasi baru di Samarinda. (*)

Editor : Indra Zakaria