Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gara-Gara Aturan Ketat UFC, Merab Dvalishvili Nekat Tato Bendera Georgia di Dada: "Kalau Istri Bisa Ganti"

Indra Zakaria • Jumat, 17 April 2026 | 11:00 WIB
Merab menang angka melawan Umar.
Merab menang angka melawan Umar.

LAS VEGAS – Petarung tangguh asal Georgia, Merab Dvalishvili, akhirnya mengungkap alasan emosional sekaligus kocak di balik tato bendera negara asalnya yang terpampang besar di bagian dada. Ternyata, keputusan merajah tubuh tersebut bukan sekadar urusan estetika, melainkan bentuk "perlawanan" terhadap aturan organisasi pimpinan Dana White tersebut.

Dalam sebuah wawancara terbaru, Merab menjelaskan bahwa perubahan kebijakan UFC terkait atribut petarung membuatnya harus memutar otak agar tetap bisa menunjukkan identitas negaranya saat bertarung di dalam oktagon.

Merab bercerita bahwa sebelumnya ia selalu membawa bendera Georgia saat berjalan menuju arena (walkout). Namun, sejak UFC menerapkan larangan membawa bendera bagi seluruh petarung, ia merasa kehilangan cara untuk mewakili tanah kelahirannya. "UFC mengubah aturannya. Dulu saya diperbolehkan membawa bendera saat masuk, lalu mereka bilang tidak boleh ada bendera lagi. Saya kemudian memakai kalung (bendera), tapi mereka juga melarang pemakaian kalung. Itulah alasan akhirnya saya membuat tato ini," ujar Merab.

Bagi petarung berjuluk "The Machine" ini, tato adalah satu-satunya cara agar identitas nasionalnya tetap melekat di tubuh tanpa bisa dilarang oleh petugas keamanan maupun aturan seragam UFC yang ketat.

Menariknya, saat ditanya mengapa ia lebih memilih menato bendera negara ketimbang nama atau wajah orang tercinta seperti istri, Merab memberikan jawaban yang mengundang tawa. Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, ia membandingkan loyalitasnya kepada negara dengan hubungan asmara.

"Saya tidak butuh tato untuk istri saya. Kita tidak pernah tahu, saya bisa saja berganti istri, kan?" seloroh Merab sambil tertawa. Jawaban jujur namun jenaka ini langsung viral di media sosial, mempertegas reputasi Merab sebagai sosok yang sangat patriotik sekaligus humoris. Baginya, bendera Georgia adalah cinta mati yang tidak akan pernah berubah, berbeda dengan urusan asmara yang menurutnya bersifat dinamis.

Kini, setiap kali Merab bertarung dan kamera menyorot dadanya, dunia langsung tahu dari mana ia berasal—sebuah pembuktian bahwa identitas diri tidak akan bisa dibatasi oleh aturan formalitas belaka.

Editor : Indra Zakaria
#merab dvalishvili