Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dukung Konektivitas Udara, Pertamina Patra Niaga Pangkas Harga Avtur Nasional hingga 10 Persen

Redaksi Prokal • Senin, 1 Juni 2026 | 10:57 WIB
NAIK: Konsumsi Avtur naik 50 persen untuk wilayah Kalimantan termasuk di Kalsel
NAIK: Konsumsi Avtur naik 50 persen untuk wilayah Kalimantan termasuk di Kalsel

JAKARTA – Kabar baik berembus bagi industri penerbangan tanah air di awal bulan ini. PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar penerbangan atau avtur rata-rata nasional hingga 10 persen yang mulai berlaku efektif per 1 Juni 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap penguatan konektivitas angkutan udara nasional serta merespons dinamika melandainya harga energi global belakangan ini.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga di seluruh bandar udara di Indonesia ini ditujukan untuk menjaga daya saing industri penerbangan domestik. Selain itu, kebijakan ini menjadi instrumen penting guna memastikan keberlanjutan penyediaan energi di sektor transportasi udara. Penurunan harga ini merefleksikan tren penurunan harga energi dunia sepanjang bulan Mei, di mana perhitungannya mengacu pada formula resmi Kementerian ESDM dengan menggunakan Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet sebagai tolok ukur kawasan regional.

Meski secara akumulatif nasional turun sekitar 10 persen, besaran pemotongan harga di setiap Aviation Fuel Terminal (AFT) akan bervariasi. Hal ini dikarenakan formula penetapan harga juga wajib mempertimbangkan faktor letak geografis, distribusi, dan logistik ke masing-masing wilayah. Sebagai gambaran, harga avtur di AFT Soekarno-Hatta (CGK) merosot dari Rp24.580 menjadi Rp22.190 per liter. Tren penurunan serupa juga dinikmati di AFT Ngurah Rai Bali (DPS) yang turun menjadi Rp23.480 per liter, serta AFT Kualanamu Medan (KNO) yang kini menyentuh angka Rp23.090 per liter.

Melalui harga bahan bakar yang jauh lebih kompetitif ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat memicu stimulus positif bagi geliat aktivitas penerbangan domestik. Dampak berantainya diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata nasional, memperlancar mobilitas antarwilayah, hingga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Sementara itu, untuk segmen penerbangan internasional, harga yang dipatok akan tetap disesuaikan dengan tingkat kompetisi pasar regional tanpa mengorbankan pasokan dalam negeri yang tetap menjadi prioritas utama.

Guna mengawal kebijakan baru ini, Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan pasokan energi di seluruh jaringan operasional mereka. Saat ini, perusahaan pelat merah tersebut melayani kebutuhan avtur nasional melalui 72 AFT yang tersebar dari bandara utama yang padat jadwal hingga bandara perintis di wilayah pelosok. Pihak manajemen menegaskan akan terus memantau pergerakan pasar internasional dan menjaga koordinasi ketat dengan pemerintah demi menjamin layanan energi penerbangan yang aman, kompetitif, dan berkelanjutan.(*)

Editor : Indra Zakaria
#avtur #pertamina