Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jawab Kritik Dino Patti Djalal, Istana Tegaskan Lawatan Presiden Prabowo ke Prancis Berazas Manfaat Nyata

Redaksi Prokal • Minggu, 31 Mei 2026 | 22:21 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal bahwa Prabowo terlalu sering ke luar negeri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal bahwa Prabowo terlalu sering ke luar negeri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA – Istana Kepresidenan melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memberikan respons resmi terkait kritik yang dilayangkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Kritik tersebut menyoroti tingginya frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto akhir-akhir ini. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Qodari menyatakan bahwa pemerintah menyikapi masukan tersebut dengan terbuka. Pihak Istana mengaku sangat menghargai setiap saran dari masyarakat maupun tokoh publik, termasuk yang disampaikan lewat media sosial, sepanjang hal tersebut relevan demi kebaikan bersama.

Menjawab spekulasi yang beredar di tengah masyarakat, Qodari meluruskan dinamika seputar kunjungan kerja Presiden ke Paris, Prancis, yang berlangsung selama empat hari pada akhir Mei 2026. Ia membantah kabar mengenai adanya pembatalan agenda di Italia dan menegaskan bahwa sejak awal fokus diplomasi kali ini memang hanya ditujukan untuk Prancis. Pemerintah RI tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan berkunjung ke Italia, karena agenda tunggal yang disusun sejak awal murni mengarah ke Prancis. Menurutnya, jika dalam proses perjalanan muncul dinamika atau rencana ke tujuan lain, hal tersebut sebatas wacana internal yang belum bersifat resmi sampai ada pengumuman lanjutan dari pemerintah.

Qodari juga menambahkan bahwa lawatan ke Paris ini sudah direncanakan secara matang sejak jauh hari dan bukan merupakan agenda yang dibuat secara mendadak. Kunjungan kenegaraan tersebut bahkan sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sejak sebulan sebelumnya. Selain menjadi bentuk kunjungan balasan atas kehadiran Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun lalu, perjalanan luar negeri Presiden Prabowo ini selalu berbasis pada azas manfaat yang konkret serta berorientasi penuh pada kepentingan bangsa dan negara.

Dalam pertemuan bilateral di Prancis, Indonesia membawa misi strategis yang berfokus pada dua sektor utama. Pada sektor pertahanan, kunjungan difokuskan untuk memastikan adanya transfer teknologi yang maksimal terkait sejumlah alat utama sistem persenjataan yang telah diakuisisi dari Prancis, sehingga Indonesia dapat menguasai sistem tersebut secara mandiri. Sementara pada sektor pendidikan tinggi, pemerintah mendorong penguatan kolaborasi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna mencetak sumber daya manusia domestik yang siap bersaing di kancah global.

Di luar kesepakatan formal, Istana menilai hubungan personal yang erat antara Presiden Prabowo dan Emmanuel Macron menjadi nilai tambah yang sangat besar bagi diplomasi kedua negara. Kedekatan ini dipandang sebagai modal sosial yang kuat untuk membangun kerja sama jangka panjang. Qodari menyebut kemampuan Presiden Prabowo dalam menjalin komunikasi yang sangat baik dengan para pemimpin dunia—seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping—merupakan sebuah keunikan geopolitik. Hubungan baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya inilah yang diyakini akan memberikan manfaat besar bagi posisi Indonesia, baik dalam situasi global saat ini maupun di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Dino Patti Djalal #prabowo subianto